Salin Artikel

Samsung Hapus Huruf "Z" di Ponsel Lipat Pasar Eropa, gara-gara Perang Rusia-Ukraina?

Perubahan ini tidak hanya terlihat pada penamaan perangkat di situs web Samsung di beberapa negara Eropa, namun, juga pada materi desain gambar ponsel.

Oleh karena itu, perubahan ini dinilai sebagai keputusan perusahaan, bukan karena ketidaksengajaan. Samsung tampaknya memangkas huruf Z pada penamaan smartphone lipatnya. 

Alih-alih Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3, smartphone lipat itu tercantum dengan nama Galaxy Galaxy Fold3 dan Galaxy Flip3 saja, tanpa "Z".

Hilangnya huruf Z pada smartphone lipat Samsung terlihat di situs web perusahaan di negara-negara Eropa, termasuk Lituania, Latvia, Estonia dan Ukraina.

Samsung sendiri tidak menjelasan alasan perusahaan menghilangkan penamaan "Z" untuk smartphone lipat besutannya. Tidak diketahui pula apakah penghapusan ini bakal dilakukan di pasar global.

Akibat Invasi Rusia ke Ukraina?

Ihwal kabar hilangnya "Z" pada penamaan smartphone lipat Samsung, salah satunya diungkapkan oleh Ishan Agarwal melalui Twitter dengan handle @ishanagarwal24.

Tak hanya pada situs web Samsung, perubahan itu juga dilakukan perusahaan pada kotak kemasan Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5google, Kamis (31/3/2022).

Menurut Agarwal, perubahan ini kemungkinan terkait dengan konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Sebab, angkatan bersenjata Rusia memiliki simbol "Z" pada kendaraan dan tank militernya. Media Rusia yang disebut RT juga menjual pakaian dengan simbol Z sebagai bentuk dukungan ke pemerintah setempat yang melakukan invasi ke Ukraina.

Setop jual smartphone dan chip ke Rusia

Awal Maret ini Samsung menunjukkan sikapnya atas konflik Rusia-Ukraina. Samsung menutuskan untuk menangguhkan penjulan ponsel, semikonduktor (chip), dan produk elektroniknya ke Rusia.

Langkah ini tampaknya adalah jawaban Samsung atas permintaan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov. Satu hari sebelum melakukan blokir akses kepada Rusia, Samsung disebut telah menerima surat permohonan dari Fedorov.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Jong Hee Han, Vice Chairman dan CEO divisi SET Samsung (gabungan divisi mobile dan bisnis consumer electronic), Fedorov meminta Samsung untuk menangguhkan pasokan produk dan layanannya di Rusia.

Fedorov juga meminta agar perusahaan asal Korea Selatan itu memblokir sejumlah layanannya, seperti Samsung Pay, Galaxy Store, dan Samsung Shop.

Tak hanya menangguhkan penjualan di Negeri Beruang Merah. Samsung juga menyumbangkan dana sebesar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 86,2 miliar sebagai bentuk aksi kemanusiaan terhadap Ukraina.

Donasi tersebut dikumpulkan dari sumbangan sukarela karyawan Samsung. Sebanyak 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 14,3 miliar) dari dana tersebut didonasikan dalam bentuk produk elektronik.

https://tekno.kompas.com/read/2022/03/31/17010047/samsung-hapus-huruf-z-di-ponsel-lipat-pasar-eropa-gara-gara-perang-rusia

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.