Salin Artikel

Jumlah Pengguna Harian Snapchat Tumbuh Pesat Dibanding Facebook dan Twitter

Dalam laporan keuangan untuk kuartal I-2022, pengguna aktif harian Snapchat tumbuh sebesar 18 persen, menjadi 332 juta pengguna aktif harian pada akhir Maret 2022.

Bila dilihat lebih jauh ke belakang, selama lima kuartal terakhir, pertumbuhan pengguna harian jejaring sosial berlogo Ghostface Chillah dengan latar berwarna kuning ini, juga dilaporkan konsisten berada di angka 20 persen atau lebih, sebagaimana dihimpun dari situs resmi Snap (induk Snapchat).

Di kuartal IV-2021 lalu misalnya, DAU Snapchat dilaporkan meningkat sebesar 54 juta pengguna atau naik hingga 20 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

Peningkatan jumlah DAU itu menjadikan Snapchat memiliki 319 juta pengguna aktif harian pada akhir 2021.

Melihat data tersebut, angka pertumbuhan DAU Snapchat, terutama pada kuartal IV-2021, jauh lebih tinggi ketimbang Twitter dan Facebook. 

Hal ini membuat Snapchat tampil menjadi media sosial dengan pertumbuhan pengguna lebih cepat ketimbang pesaingnya, Twitter dan Facebook.

Pertumbuhan DAU Twitter dan Facebook

Berdasarkan laporan keuangan Twitter untuk kuartal IV-2021, perusahaan media sosial yang didirikan Jack Dorsey ini dilaporkan hanya mencatatkan pertumbuhan rata-rata jumlah pengguna harian atau Monetizable Daily Active Users (mDAU) sebesar 2 persen untuk wilayah Amerika Serikat.

Namun bila dilihat secara global, pertumbuhan mDAU Twitter mencapai 15 persen. Per Desember 2021, Twitter memiliki rata-rata mDAU sebanyak 217 juta pengguna. 

Berbeda nasib dengan Snapchat dan Twitter, pengguna aktif harian Facebook justru dilaporkan menurun pada kuartal IV-2021. Pada tiga bulan terakhir tahun 2021 (Oktober, November, Desember), pengguna aktif harian Facebook tercatat 1,929 miliar orang.

Angka itu turun sedikit dari kuartal sebelumnya (Agustus, September, Oktober) di mana Facebook tercatat memiliki 1,93 miliar pengguna aktif harian.

Ini menjadikan penurunan pengguna aktif harian Facebook untuk pertama kalinya selama satu dekade ini. Pasalnya, DAU Facebook dilaporkan selalu meningkat selama 12 tahun terakhir.

Bisnis terganggu karena perang Rusia-Ukraina

Sedikit berbicara soal bisnis Snapchat, media sosial berbagi video dengan filter AR (augmented reality) ini membukukan pendapatan sebesar 1,06 miliar dollar AS (sekitar Rp 15,2 triliun) pada kuartal I-2022.

Angka itu naik 38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam sebuah acara pemaparan laporan keuangan, Snap Inc. (induk Snapchat) mengatakan bahwa perusahaan sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan 44 persen sejak kuartal I-2021.

Namun, Snap Inc. khawatir bahwa pendapatan per kuartal perusahaan dapat turun setelah Rusia menginvasi Ukraina. Pasalnya, menurut Chief Financial Officer (CFO) Snap Inc. Derek Andersen, banyak pengiklan menghentikan kampanye mereka di Snapchat semenjak invasi terjadi.

Seperti kebanyakan perusahaan teknologi, Snapchat juga menangguhkan semua iklannya di Rusia, Belarusia, dan Ukraina setelah operasi militer Rusia di Ukraina berlangsung.

Namun, penangguhan itu hanya berjalan beberapa hari dan pengiklan sudah mulai kembali. Meski pengiklan sudah kembali ke Snapchat, invasi Rusia ke Ukraina masih berdampak negatif pada pendapatan kuartalan perusahaan.

"Sulit untuk memprediksi dampak invasi itu ke depannya,” kata Andersen, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (22/4/2022).

https://tekno.kompas.com/read/2022/04/22/15300087/jumlah-pengguna-harian-snapchat-tumbuh-pesat-dibanding-facebook-dan-twitter

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.