Salin Artikel

Kisah di Balik Kelahiran iPod, Pemutar Musik Rumit Bikinan Apple yang Dibuat 6 Bulan Saja

iPod Touch sendiri merupakan generasi paling terakhir dari jajaran iPod yang pernah dirilis Apple hingga saat ini.

Dengan demikian, pensiunnya iPod Touch sekaligus menandai akhir hayat dari merek iPod setelah hampir 21 tahun eksistensinya di pasaran.

Bila kilas balik ke belakang, iPod menjadi salah satu produk Apple yang sukses dan revolusioner di pasaran.

Sejak diluncurkan pada 23 Oktober 2001, Apple disebut telah berhasil menjual 400 juta unit iPod dari berbagai tipe ke pasar global, per tahun 2020.

Di momen pensiunnya merek iPod ini, tak ada salahnya kita menilik kisah di balik kelahiran pemutar musik digital revelusioner dari Apple ini 21 tahun silam.

Berawal dari ambisi Steve Jobs bikin ekosistem "Mac"

Sebelum melahirkan produk iPod, iPhone, iPad, hingga iMac, Apple lebih dulu fokus pada komputer bikinannya yang bernama "Mac".

Singkat cerita pada tahun 1999, pendiri Apple, Steve Jobs menemukan potensi terpendam dari teknologi bikinan Apple yang lama tak digunakan, yaitu port FireWire.

Port FireWire ini digunakan untuk menghubungkan camcorder digital, hard drive eksternal, dan perangkat lain yang dapat memanfaatkan kecepatan transfer tinggi (hingga 480 Mbps).

Sejak itu, Jobs ingin generasi iMac selanjutnya dibekali dengan port tersebut. Ide utamanya, Jobs ingin pengguna Mac bisa mentransfer video yang diambil dengan camcorder digital ke komputer Mac, lalu menyuntingnya secara langsung di Mac.

Jobs pun mendekati perusahaan raksasa Adobe untuk untuk membuat aplikasi penyunting film sederhana untuk komputer Mac. Namun, Adobe menolak.

Nah, saat itulah Apple memutuskan untuk membuat aplikasi iMovie dan menjadikan Mac sebagai pusat "hub digital". Idenya, Mac berfungsi sebagai inti dari ekosistem media digital yang terus berkembang.

Di saat yang hampir bersamaan, musik digital telah menjadi satu industri yang besar di era 1990-an. Kala itu, musik berformat MP3 yang diunduh melalui internet diyakini menjadi masa depan distribusi musik.

Karena memiliki ambisi menjadikan Mac sebagai pusat hub digital, Jobs pun menyadari bahwa Apple juga harus memiliki ekosistem musik.

Salah satu dari tiga orang itu, Jeff Robbin, akan mengepalai pengembangan aplikasi musik digital bikinan Apple.

Tim Robbin pun menyederhanakan SoundJam dan menambahkan fitur burning CD untuk membuat iTunes. Aplikasi pemutar sekaligus toko musik digital untuk Mac ini dirilis pada Januari 2001.

Dengan booming-nya musik digital, pemutar MP3 portabel pun juga ikut marak beredar sejak pertengahan 1990-an.

Nah, Robbin dan kawan-kawan pun berusahan agar iTunes juga bisa digunakan pengguna untuk mengirim (transfer) musik yang diunduhnya di aplikasi, ke pemutar MP3 portabel yang sudah ada di pasaran.

Di sinilah letak masalahnya.

Jobs: pemutar MP3 portabel yang ada di pasar itu "sampah"

Ketika itu, tim pembuatn iTunes kesulitan untuk menemukan cara, bagaimana agar musik di iTunes bisa dengan mudah dipindahkan ke pemutar MP3 portabel yang sudah ada di pasaran.

Tidak dijelaskan secara gamblang di mana letak kesulitannya. Apple hanya menyebutkan bahwa pemutar MP3 portabel yang sudah ada di pasaran kala itu tidak memuaskan dan tidak menawarkan pengalaman pengguna yang baik.

Bahkan, Steve Jobs menyebut pemutar MP3 portabel yang ada di pasaran sebagai "crap" alias sampah.

Sebagai gambaran, pemutar MP3 berbasis memori flash pada zaman itu hanya mampu menyimpan lagu sebanyak lagu yang ada di satu CD.

Biasanya, satu CD bisa menyimpan 10-20 lagu, tergantung durasi masing-masing musik. Itu artinya, lagu yang disimpan tidak mencapai ratusan.

Sementara pemutar MP3 berbasis hard drive kala itu memang bisa menyimpan hingga ribuan lagu. Namun, kekurangannya, perangkat itu relatif besar, berat, serta memiliki antarmuka yang kurang memuaskan untuk mengakses ribuan lagu.

Selain itu, sebagian besar pemutar media portabel (PMP) menggunakan standar USB 1.1 untuk mentransfer musik dari komputer ke pemutar. Ini membuat pengguna harus menunggu hingga lima menit untuk mentransfer lagu yang jumlahnya hanya satu CD.

Saat memindahkan ribuan lagu, waktu transfer bisa menjadi beberapa jam.

Dengan mempertimbangkan keadaan pasar pemutar media portabel (PMP) yang buruk, Jobs memutuskan bahwa Apple harus mencoba membuat pemutar MP3 portabel miliknya sendiri.

PMP Apple itu juga harus kompatibel dengan iTunes sehingga berpotensi menarik lebih banyak pengguna Mac dan ekosistemnya.

Jobs pun menunjuk Job Rubinstein, VP perangkat keras senior Apple, untuk menuntaskan tugas itu.

Kelahiran desain iPod dengan roda gulir

Job Rubinstein pun merekrut Tony Fadell dengan memberikan kontrak enam minggu untuk mengerjakan pemutar media portabel bikinan Apple. Fadell dipilih karena ia memiliki pengalaman yang cocok dengan tugasnya.

"Apple berpikir bahwa mereka dapat membawa (pemutar MP3) yang lebih baik ke pasar dan mereka meminta saya untuk melakukan beberapa desain," kata Fadell dalam sebuah wawancara dengan Macworld.

Apple memasangkan Fadell dengan Stan Ng, manajer pemasaran produk veteran Apple. Selama enam minggu, Fadell mempelajari produk pesaing.

Ia kemudian berpikir bahwa untuk menghadirkan pemutar musik portabel yang lebih baik dibutuhkan perangkat kecil sangat portabel dengan kapasitas penyimpanan besar dan masa pakai baterai yang lama pula.

Ketika kontraknya berakhir pada pertengahan April 2001, Fadell mempresentasikan prototipe PMP kepada para eksekutif Apple, termasuk Steve Jobs, dalam sebuah pertemuan penting.

Dalam pertemuan yang sama, Wakil Presiden Senior Pemasaran Produk Apple, Phil Schiller, secara pribadi, menganggap ide tombol roda gulir itu sebagai solusi untuk masalah antarmuka (user interface/UI)  yang mengganggu pada perangkat PMP pada zaman itu.

Dengan roda gulir, pengguna bisa menavigasi lagu-lagu yang diinginkannya dengan mudah, meski terdapat ribuan lagu di pemutar musik. Semakin lama Anda memutar roda, Apple juga akan membuat kecepatan gulir semakin cepat.

Totalnya, iPod dikembangkan, diproduksi, hingga di pasarkan dalam waktu 6 bulan saja.

Steve Jobs menyukai ide Fadell. Fadell pun ditawari pekerjaan di Apple untuk melanjutkan proyek pemutar musik portabel Apple itu.

Fadell bergabung dengan Apple pada April 2001. Proyek PMP Apple pun kemudian diberi nama kode “P-68” dan secara resmi dimulai.

Setelah berkonsultasi dengan departemen pemasaran Apple, Fadell memutuskan bahwa iPod akan dikirimkan selama musim belanja Natal 2001. Ini artinya, ia hanya memiliki waktu enam bulan untuk membentuk tim, mengembangkan produk, memproduksi, dan memasarkan PMP Apple.

Karena tenggat waktu yang sangat sempit, Fadell pun meminta bantuan sejumlah pihak untuk mengerjakan beberapa komponen iPod.

Misalnya, chipset khusus pemutar MP3 untuk PMP Apple ini dikerjakan oleh perusahaan San Jose bernama PortalPlayer.

Jeff Robbin, programmer yang bertanggung jawab atas pengembangan aplikasi iTunes, juga diikutsertakan untuk mengerjakan bagian perangkat lunak, termasuk antarmuka pada iPod.

Menurut laporan MacWorld, kala itu, Fadell, Robbin, dan kawan-kawan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat perangkat.

Fadell mengungkapkan, setidaknya mereka bekerja 18 hingga 20 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Ketika itu, menurut Fadell, proses pengembangan PMP Apple ini sangat membebani kehidupan pribadinya sehingga ia harus putus dengan kekasihnya.

Saat mengembangkan iPod, Apple menggunakan prototipe seukuran kotak sepatu yang cukup besar. Ini memungkinkan debugging software lebih mudah sekaligus merahasiakan ukuran asli iPod yang mungil.

Sementara desain luar iPod dikerjakan oleh Jonathan Ive. Setelah lusinan prototipe, tim Ive menetapkan desain iPod seperti yang diluncurkan 21 tahun silam. Di mana mengusung kotak sederhana, seukuran satu pak kartu, dibalut dengan polikarbonat putih di bagian depannya.

Asal usul nama iPod

Untuk nama, proyek pemutar musik portabel dari Apple ini akhirnya dinamai dengan "iPod". Nama itu diusulkan oleh seorang pekerja copywriter lepas bernama Vinnie Chieco.

“Buka pintu pod bay, Hal!”. Kalimat ini berasal dari film lawas dan legendaris '2001: A Space Odyssey', (yang mengacu pada EVA Pod putih dari pesawat ruang angkasa Discovery One).

Kalimat itulah yang muncul di benak Chieco ketika dia melihat untuk pertama kalinya pemutar MP3 putih yang dirancang oleh Apple. Itulah mengapa Chieco menyebutnya sebagai iPod.

Singkat cerita, Fadell, Robin, dan kawan-kawan berhasil memenuhi tenggat waktu pengembangan, produksi, dan pemasaran iPod.

iPod Classic generasi pertama, pertama kali diperkenalkan pada 23 Oktober 2001. Apple kemudian mengirimkan iPod Classic itu pada November 2001, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari situs McWorld, Rabu (11/5/2022).

Sejak iPod Classic generasi pertama, Apple telah meluncurkan tipe iPod lainnya dengan ukuran lebih ringkas dan fitur makin canggih, seperti iPod Nano, iPod Shuffle, hingga iPod Touch.

https://tekno.kompas.com/read/2022/05/12/09000007/kisah-di-balik-kelahiran-ipod-pemutar-musik-rumit-bikinan-apple-yang-dibuat-6

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.