Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengenal Luna Coin, Aset Kripto yang Harganya Tengah Anjlok

Berdasar pantauan pada situs CoinMarketCap, dalam sebulan terakhir, harga LUNA Coin totalnya telah turun hingga 99 persen. Pada bulan April 2022, LUNA Coin padahal sempat mencatatkan harga tertinggi di angka 119,18 dollar AS per koin atau sekitar Rp 1,73 juta.

Persoalan harga LUNA Coin anjlok ini ditengarai akibat harga mata uang kripto jenis stablecoin Terra USD (UST) yang turut menyusut. Kedua mata uang kripto tersebut saling berkaitan.

Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan soal apa itu LUNA Coin dan UST di bawah ini.

Apa itu LUNA Coin dan UST?

UST dan Luna Coin adalah token kripto dalam jaringan Terra, sebuah blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis di Korea Selatan bernama Terraform Labs.

Jaringan Terra dibangun di atas platform bernama Cosmos SDK, yang memungkinkan para pengembang untuk membuat blockchain dan membangun aplikasi dengan konsep terdesentralisasi atau peer-to-peer.

Hingga kini, ekosistem pada jaringan Terra setidaknya telah berisi 100 proyek blockchain, beberapa di antaranya termasuk koleksi NFT, platform keuangan terdesentralisasi, dan aplikasi Web3.

Terraform Labs awal mula didirikan pada tahun 2018 oleh Do Kwon dan Daniel Shin dengan tujuan untuk membuat sistem keuangan keuangan elektronik, yang transaksinya dilakukan secara langsung antar pengguna atau peer-to-peer, tanpa melewati pihak ketiga.

Untuk mencapi tujuan itu, Terraform Labs menerapkan sistem bernama stablecoin-crytocurrency, dengan menghadirkan mata uang kripto bernama UST.

Perlu diketahui, stablecoin adalah jenis cryptocurrency dengan patokan harga berdasar mata uang fiat yang dikeluarkan secara resmi oleh negara. Sebagai stablecoin, satu koin UST ditawarkan setara dengan 1 dollar AS (sekitar Rp 14.000).

Supaya harga UST stabil di angka tersebut, Terra menggunakan skema pertukaran koin dengan memanfaatkan LUNA Coin. Setiap koin LUNA seharga 1 dollar AS bisa ditukar dengan satu koin UST, terlepas dari harga pasar kedua koin tersebut.

Saat terjadi proses pertukaran, LUNA Coin bakal dihancurkan dalam peredaran secara permanen untuk membuat koin UST baru, lalu sisanya akan dibuat untuk investasi mengembangkan jaringan Terra, sebagaimana dilansir CoinDesk.

Saat LUNA Coin dibakar maka pasokannya jadi sedikit. Dengan begitu, LUNA Coin bakal semakin langka dan harganya bisa naik. Di sisi lain, membuat lebih banyak UST bakal menyebabkan harganya bisa stabil di angka 1 dollar AS.

Berdasar skema pertukaran di atas, bisa disarikan bahwa keberadaan UST yang beredar bisa menentukkan stabilitas harga LUNA Coin. Bila banyak UST yang dicabut dari peredaran maka LUNA Coin bisa menjadi tidak berharga.

Merosotnya UST dari peredaran itulah yang membuat harganya jadi anjlok. Harga UST sendiri kini berada di bawah harga patokannya 1 dollar AS, yakni jadi sekitar 0,4 dollar AS (Rp 5.800).

Kemerosotan dari peredaran ditimbulkan karena terjadi penjualan UST besar-besaran di platform transaksi mata uang kripto, seperti Binance dan Curve Finance. Selain itu, juga terdapat cukup banyak pengguna yang beralih dari UST ke jenis stablecoin lain.

https://tekno.kompas.com/read/2022/05/13/10150007/mengenal-luna-coin-aset-kripto-yang-harganya-tengah-anjlok

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke