Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Intel Setop Rekrut Karyawan Baru demi Keberlangsungan Perusahaan

Akan tetapi, tidak semua divisi mengalami penundaan perekrutan karyawan. Perusahaan hanya menunda perekrutan untuk divisi bisnis chip komputer desktop dan PC saja, atau divisi Client Computing Group (CCG).

Dalam memo yang diterbitkan perusahaan, Intel menyatakan bahwa keputusan menunda perekrutan karyawan itu merupakan langkah yang tepat untuk keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami percaya bahwa perusahaan sedang berada dalam siklus pertumbuhan jangka panjang di seluruh industri semikonduktor, dan untuk itu kami telah memilih langkah yang tepat,” tulis Intel dalam sebuah pernyataan, dikutip KompasTekno dari Reuters, Jumat (10/6/2022).

Perusahaan menjelaskan akan mengevaluasi ulang dan menyusun kembali prioritas apa saja yang perlu diubah dalam dua minggu ini. Perekrutan untuk beberapa posisi akan dibuka kembali setelah re-evaluasi dan setelah semua lowongan yang ada di sistemnya saat ini telah terpenuhi.

“Meningkatkan perhatian dan prioritas terkait pengeluaran perusahaan bisa menjadi solusi bagi kami untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Terlepas dari hal itu, kami tetap akan menjalankan komitmen kepada pelanggan, pemegang saham, dan karyawan,” tambah Intel.

Upaya pengurangan biaya yang dilakukan antara lain memangkas biaya perjalanan di beberapa divisi, dan membatasi pelaksanaan acara yang diselenggarakan langsung. Perusahaan meminta setiap pertemuan tatap muka sebisa mungkin dialihkan secara virtual.

Namun, keputusan penghentian  ini sepertinya tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap perusahaan. Tercatat jumlah karyawan Intel per 2021 berjumlah 121 ribu karyawan.

Ditambah, CEO Intel, Patrick Gelsinger memberikan klaim meskipun terjadi perlambatan dalam proses rekrutmen, Intel tetap akan mempekerjakan 23 ribu karyawan baru.

Kondisi ekonomi kurang baik

Kendati demikian, merangkum dari Reuters, KompasTekno menemukan adanya kemerosotan  harga saham Intel sebanyak 28 persen selama setahun terakhir ini.

Menanggapi hal tersebut, Intel sempat melakukan diskusi bersama investor dan meminta pihak investor untuk menunggu sampai persentase margin laba kotor turun lebih rendah.

Hal tersebut dikarenakan perusahaan telah mengeluarkan banyak biaya untuk menyaingi kompetitornya, yaitu Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. Ltd. (TSMC). Dikarenakan perusahaan tersebut sempat menungguli teknologi manufakturnya Intel.

Meskipun bisnis Client Computing Group (CCG) Intel mampu menyumbang pemasukan dari penjualan sebesar 9,3 miliar dollar AS, dari pendapatan kuartal terakhir sebesar 18,4 miliar dollar AS, perusahaan kembali mengalami penurunan profit.

Hal ini disebabkan karena Intel mengalami persaingan ketat dengan kompetitor terbesarnya, Advanced Micro Devices Inc. (AMD). Ditambah, Apple tidak lagi menggunakan chip buatan Intel dan memilih memproduksi chip-nya sendiri.

https://tekno.kompas.com/read/2022/06/10/09000087/intel-setop-rekrut-karyawan-baru-demi-keberlangsungan-perusahaan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.