Salin Artikel

Nokia dan Ericsson Angkat Kaki dari Rusia

Kini, dua produsen peralatan jaringan telekomunikasi Nokia dan Ericsson juga melakukan hal serupa. Keduanya dilaporkan mulai mengurangi aktivitas bisnisnya di Rusia dalam beberapa bulan ke depan.

Nokia memutuskan untuk angkat kaki sepenuhnya dari Rusia. Rencananya, perusahaan asal Finlandia itu bakal menghentikan seluruh kegiatan bisnisnya pada akhir tahun 2022 ini.

"Pada akhir tahun, sebagian besar karyawan kami di Rusia akan pindah dari Nokia, dan kami telah mengosongkan semua kantor kami," kata juru bicara Nokia.

Nokia disebut memiliki sekitar 2.000 karyawan di Negeri Beruang Merah itu. Setelah kantor di Rusia tutup, beberapa karyawan tersebut akan ditawari untuk bekerja di cabang lain.

Juru bicara menambahkan bahwa Nokia masih akan tetap berada di Rusia hingga penutupan operasional secara hukum selesai. Selain itu, Nokia juga masih memiliki pekerjaan rumah alias "PR" terkait dengan pemeliharaan jaringan kritis miliknya di Rusia.

Sebelumnya, Nokia mengatakan bahwa pangsa pasar Nokia di Rusia tidaklah besar. Angkanya tidak lebih dari 2 persen. Dengan demikian, Nokia mengatakan bahwa keputusan perusahannya angkat kaki dari pasar Rusia ini tidak akan berdampak besar bagi perusahaan.

Ericsson tangguhkan operasional tanpa batas waktu

Berbeda dengan Nokia, Ericsson memilih untuk menangguhkan operasional perusahaannya di Rusia tanpa batas waktu, alih-alih sepenuhnya hengkang dari Rusia.

Akibat penangguhan operasional ini, Ericsson mengaku bakal menjamin keuangan karyawannya yang terdampak. Perusahaan asal Swedia ini dilaporkan telah memberlakukan kebijakan cuti berbayar kepada sekitar 400 karyawannya di China.

Selama kuartal pertama 2022, Ericsson disebut harus menggelontorkan sekitar 95 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun akibat kebijakan penangguhan operasionalnya itu.

Belum diketahui bagaimana nasib karyawan Ericsson seterusnya. Namun, koran harian Rusia, Kommersant, melaporkan bahwa beberapa karyawan Ericsson bakal dimutasi ke perusahaan baru yang didirikan oleh salah satu petinggi Ericsson di Rusia.

Setelah Ericsson dan Nokia sepenuhnya menarik diri dari Rusia, operator seluler negara itu macam MTS dan Tele2, akan lebih bergantung pada perusahaan China seperti Huawei dan ZTE, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GizChina, Kamis (1/9/2022).

https://tekno.kompas.com/read/2022/09/01/07010087/nokia-dan-ericsson-angkat-kaki-dari-rusia

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.