Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Hong Kong Bantu "Generasi Nunduk" Menyeberang Jalan

KOMPAS.com - Generasi nunduk, atau mereka yang suka berjalan di trotoar sembari menatap layar ponsel, sering dijumpai di tengah masyarakat perkotaan.

Tak hanya di Indonesia, generasi nunduk juga dapat dijumpai di Hong Kong, sehingga pemerintah setempat menguji pendekatan baru agar warganya aman ketika menyeberang jalan, meski sambil menunduk melihat layar ponsel.

Pemerintah Hong Kong menguji coba lampu LED yang dapat menyoroti trotoar dengan warna merah di kedua sisi jalan. Dengan begitu, pengguna jalan yang menunduk sembari melihat layar ponsel, bisa melihat warna lampu lalu lintas yang menyoroti trotoar.

Praktik itu diharapkan menyadarkan dan mengalihkan perhatian pejalan kaki dari layar ponsel, sehingga mereka bisa menyeberang jalan dengan aman.

"Dengan meningkatnya popularitas smartphone, beberapa pejalan kaki terganggu, terutama mereka yang menatap ponsel mereka," kata Alex Au, kepala insinyur kontrol lalu lintas Departemen Transportasi Hong Kong, dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Kamis (1/9/2022).

Uji coba lampu lalu lintas LED di Hong Kong sudah berlangsung selama enam bulan di empat titik lokasi. Reaksi warna yang terlibat dalam uji coba ini juga beragam.

Di Causeway Bay misalnya, warga bernama Shirley Chan menatap ponsel sembari mendengarkan earphone ketika menunggu saatnya menyeberang jalan.

Ia mengaku lampu merah yang menyoroti jalan memang mengalihkan perhatiannya dari ponsel, akan tetapi menurutnya pejalan kaki akan teralihkan pikirannya dengan cepat.

"Anda akan terbiasa seolah-olah itu tidak ada," kata pria berusia 50 tahun itu.

Lampu LED ini sendiri menjadi opsi tambahan setelah peringatan menyeberang melalui suara, terkadang diabaikan dan teralihkan oleh kebisingan kendaraan. Adapun dengan lampu LED, peringatan bisa terlihat meskipun jalan raya dalam kondisi bising.

Menurut data Departemen Transportasi Hong Kong, pejalan kaki yang tewas di jalan-jalan Hong Kong sudah turun dalam tiga tahun terakhir, dari semula 57 kasus pada 2019 menjadi 55 kasus pada tahun lalu.

Meski demikian, uji coba lampu LED di Hong Kong belum sepenuhnya mengatasi kasus itu karena 7 pejalan kaki tewas di penyeberangan dengan lampu merah LED selama 6 bulan uji coba. 4 kasus di antaranya karena pejalan kaki tidak memerhatikan peringatan.

Oleh karena itu, selain memfasilitasi lampu merah LED, sebagian kalangan di Hong Kong berharap pejalan kaki lebih memfokuskan perhatiannya ketika menyeberang jalan.

Tak hanya di Hong Kong, beberapa negara di dunia juga berupaya memfasilitasi rambu jalan guna memperingatkan pejalan kaki. Di Skotlandia misalnya, pemerintah setempat membuat rambu jalan seperti zombie untuk mengalihkan perhatian warga dari layar ponsel.

Di Korea Selatan, otoritas setempat memasang lampu LED merah dan hijau di tepi persimpangan guna menunjukkan kapan saat yang aman untuk menyeberang. Begitu pula di kota Cologne dan Augsburg di Jerman yang menguji sederet lampu LED di lintasan trem atau kereta.

https://tekno.kompas.com/read/2022/09/01/09000027/cara-hong-kong-bantu-generasi-nunduk-menyeberang-jalan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke