Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Logo Burung Twitter "Larry Bird" Dilelang, Laku Rp 1,5 Miliar

Bersih-bersih ini dilakukan dengan cara melelang 310 aset di kantor pusat, termasuk barang yang menjadi ciri khas Twitter. Salah satunya adalah patung logo burung Twitter "Larry Bird" raksasa berwarna biru.

Patung yang tingginya hampir 1,2 meter itu dilaporkan telah laku terjual senilai 100.000 dollar AS atau setara Rp 1,5 miliar.

Dengan angka tersebut, patung logo burung biru itu menjadi barang termahal yang dijual dalam sesi lelang yang berlangsung pada 17-18 Januari 2023 lewat situs Heritage Global Partners.

Patung tersebut punya lebar 46 inci x tinggi 41 inci x kedalaman 12 inci. Jika dilihat, benda tersebut memang tampak tidak terlalu istimewa. Namun, para peserta lelang aset Twitter memiliki pendapat yang berbeda.

Bahkan mereka seperti "berperang" saat berusaha mendapatkan patung logo burung Twitter "Larry Bird" raksasa berwarna biru. Para peserta lelang meningkatkan penawaran mereka dari 30.000 dollar AS menjadi 100.000 dollar AS pada jam-jam terakhir sesi lelang.

Hingga pada akhirnya, patung yang konon terbuat dari papan busa tipis itu laku sekitar Rp 1,5 miliar. Bila dihitung, dari penjualan patung burung Larry Bird, Twitter berhasil untung 4.000 kali lipat dari tawaran pembukaannya yang sebesar 25 dollar AS (sekitar Rp 378.327).

Logo burung Larry Bird tampaknya memang diburu pada peserta lelang. Pasalnya, logo burung biru neon Twitter lain yang setinggi sekitar 3 meter juga laku dengan nilai yang cukup tinggi, yaitu 40.000 dollar AS (kira-kira Rp 605,3 juta). Ini menjadikan aset tersebut sebagai item terlaris dengan nilai tertinggi kedua.

Aset ini laku 15.500 dollar AS atau sekitar Rp 234,5 juta, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmodo, Jumat (20/1/2023).

Lelang barang-barang Twitter ini dilakukan dalam rangka "Surplus Aset Kantor Perusahaan Twitter!", ini juga menjual berbagai peralatan kantor, peralatan dapur, furnitur/mabel, dan lainnya.

Menurut laporan Forbes, dalam sesi lelang, tiga kegerator untuk menyimpan bir, dehidrator makanan, dan oven pizza yang masing-masing terjual lebih dari 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 151,3 juta.

Ratusan ribu masker pelindung wajah dan beberapa bilik telepon kedap suara yang dijual seharga lebih dari 4.000 dollar AS (kira-kira Rp 60,5 juta).

Sayangnya, Heritage Global Partners sebagai rumah lelang tak bisa mengungkapkan total uang yang berhasil dikumpulkan Twitter dalam sesi lelang tersebut.

Untuk bayar utang?

Menurut laporan Entrepreneur, lelang ratusan aset kantor pusat Twitter ini menjadi langkah untuk membersihkan ruang dan mengubah kantornya untuk menyongsong era baru yang disebut Elon Musk sebagai "Twitter 2.0."

Bila diperhatikan, banyak barang yang dilelang juga merupakan furnitur dan peralatan penunjang untuk melayani area lounge.

Ini menimbulkan spekulasi bahwa barang-barang ini dijual agar karyawan tak banyak kumpul-kumpul di area lounge untuk bersantai dan bersosialisasi. Dengan begitu, karyawan bisa menaati ultimatum dari Elon Musk untuk "bekerja keras".

Diwartakan sebelumnya, Musk telah mengultimatum karyawan Twitter untuk siap bekerja 80 jam seminggu atau sekitar 16 jam sehari dengan waktu lima hari kerja sepekan.

Hal itu dilakukan demi Twitter bisa menghasilkan banyak uang dan membuat produk yang menarik. Musk ingin Twitter bisa segera menghasilkan uang karena perusahaan jejaring sosial ini terancam bangkrut tahun depan.

Sebab, bila dihitung-hitung, Twitter bakal memiliki arus kas (cash flow) negatif tahun depan. Artinya, perusahaan memiliki lebih banyak uang yang dibelanjakan ketimbang uang yang didapatkan.

Alasan Twitter bakal punya cash flow negatif bisa dibaca selengkapnya di artikel "Elon Musk: Twitter Bisa Bangkrut Tahun Depan".

Langkah Twitter menjual barang-barang di perusahaannya juga tampaknya menjadi ajang untuk mengumpulkan duit. Pasalnya, Twitter punya utang yang tak sedikit.

Saat ini, Twitter dilaporkan memiliki utang sebesar 18,5 miliar dollar AS (setara Rp 286,9 triliun), sebagaimana dihimpun dari Forbes.

Dari angka itu, 13 miliar dollar AS (sekitar Rp 201,6 triliun) merupakan utang pinjaman yang diambil Musk untuk mendanai akuisisi Twitter senilai 44 miliar dollar AS (sekitar Rp 634 triliun). Kini, Elon Musk membebani Twitter dengan pembayaran bunga sebesar 1,2 miliar dollar AS (kira-kira Rp 18,6 triliun) dalam 12 bulan ke depan.

https://tekno.kompas.com/read/2023/01/20/15040077/logo-burung-twitter-larry-bird-dilelang-laku-rp-15-miliar

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke