Sandra Angelia Miss Indonesia 2008, ke Ajang Miss World 2008 - Kompas.com

Sandra Angelia Miss Indonesia 2008, ke Ajang Miss World 2008

Kompas.com - 14/05/2008, 00:36 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, SELASA - Sandra Angelia, finalis Miss Indonesia asal Jawa Timur dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2008 dalam ajang Miss Indonesia yang digelar di Cendrawasih Room Jakarta Convention Center, Jakarta Selasa (13/5) malam. Sandra yang beberapa menit sebelumnya terpilih sebagai Miss Favorit  akan mewakili Indonesia pada ajang Miss World 2008 yang akan berlangsung di Ukraina pada September 2008.

Sementara itu Kartika Indah Pelapory yang mewakili Maluku terpilih sebagai Runner Up I dan Priscilla Yvonne Supit terpilih sebagai Runner Up II.

Sebelumnya Sandra Angelia yang bergelar sarjana S1 bidang Aristektur yang diraih dari  Western University, Perth Australia ini menyisihkan 33 finalis yang telah dipilih melalui proses audisi di sembilan kota Indonesia. Selanjutnya setelah masuk sepuluh besar,  pada malam final itu ia bak tak terbendung untuk memasuki babak lima besar.

Pada babak  lima besar anak kedua pasangan Yusak Hadisiswantoro dan Asti Tanuseputra terpilih sebagai Miss Favorit. Dewan juri yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Liliana Hary Tanoesoedibjo (fashion expertise), Dr Martha Tilaar (pebisnis kosmetika alami Indonesia), Yudhi Chrisnandi (anggota Komisi I DPR), Peter F Saerang (hair stylist), Imelda Fransisca (Miss Indonesia 2005), Harry Darsono (perancang busana) dan Darwis Triadi (fotografer) terlihat mulai terpukau atas penampilannya pada malam final itu.

Sandra yang baru saja berulang tahun ke-22 pada 11 Mei lalu pun terus melaju memasuki tiga besar atau babak penentuan. Pada babak ini Sandra dan kedua finalis lain harus menjawab pertanyaan pamungkas dari dewan juri untuk menentukan finalis yang berhak menyandang gelar Miss Indonesia 2008. Pertenyaan dewan juri didahului dengan pernyataan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya namun rakyatnya banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan dan sebagai negara agraris, namun mencari beras bukanlah  hal yang mudah dicari dan harganya tidak murah. "Jika Anda mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin negeri ini sektor mana yang akan lebih dahulu dibenahi?" tutur pembaca acara Tantowi Yahya saat membacakan pertayaan dewan juri.

Menghadapi pertanyaan tersebut, jawaban Sandra terlihat cukup berbeda secara signifikan dengan dua finalis lainnya. Sandra secara tegas mengatakan bahwa dirinya akan mengambil langkah pembenahan dan penegakan hukum terlebih dahulu. Sesudah hukum tegak, baru ia akan membenahi dunia pendidikan.

 


Editor

Close Ads X