"Jalan Tol" dari Operator Telekomunikasi

Kompas.com - 31/05/2008, 18:04 WIB
Editor

Oleh AW Subarkah

MENJELAJAH internet ke depan benar-benar akan semakin hidup, konten video akan semakin menjadi daya tarik yang tidak ada habisnya. Namun, semua itu bisa berjalan apabila bandwidth atau lebar pita frekuensi yang dibutuhkan untuk melewatkan konten video ke terminal pengguna bisa terpenuhi.

Perangkat terminal, mulai ponsel sampai komputer PC yang canggih sekalipun, tidak akan berdaya ketika koneksi ke jaringan internet terhambat. Penyumbatan ini bisa bersifat relatif, karena bandwidth atau saluran yang tersedia kecil, atau berkas yang diakses besar yang membuat bandwidth normal pun menjadi cukup sulit untuk dilewati.

Sementara kecenderungannya aplikasi yang kompleks akan semakin besar ukuran byte-nya. Misalnya, sekarang yang menjadi tren bagi internet adalah aplikasi video, apakah itu video streaming atau broadcasting seperti televisi internet, IPTV, mobile TV, sampai untuk kebutuhan hiburan seperti tayangan video on demand atau video berbayar berkualitas tinggi HDTV.

Seperti pada situs berita Kompas.com, sebuah halaman web versi baru dari KCM yang baru diluncurkan kemarin malam sekaligus sudah menyertakan dua konten video. Selain Kompas TV, juga masih ada Seleb TV (seputar selebriti) dan Videoku yang merupakan cikal bakal televisi internet berupa konten video internet lokal dari negeri ini.

Keseriusan Kelompok Kompas-Gramedia mengurus situs online-nya juga mulai memperlihatkan hasil. Perusahaan itu mendapat Penghargaan Cakram (Cakram Award) dalam kategori perusahaan portal pengelola berita dan Selasa lalu kembali meraih penghargaan New Wave Marketing Award dari perusahaan konsultan pemasaran MarkPlus Inc yang menilai Kompas.com membangun relasi partisipatif dan kolaboratif dengan penggunanya.

Bisa diperkirakan dalam waktu yang tidak lama lagi kisah sukses seperti ini akan diikuti banyak situs lain, apalagi tidak perlu repot mengurus alokasi frekuensi seperti siaran TV swasta. Sebuah model baru yang sebenarnya bisa mengisi kelemahan yang ada pada sistem penyiaran TV konvensional. Lalu yang menjadi pertanyaan mampukah jaringan telekomunikasi (telko) di Indonesia memenuhi kebutuhan pengakses video?

Jaringan baru

Kondisi saat ini, baik operator telko maupun penyedia layanan internet, sedang (sebagian di antaranya sudah terbentuk) membangun jaringan internasional melalui kabel optik dasar laut. Bisa jadi tahun 2008 dan 2009 merupakan tahun penting bagi perubahan infrastruktur jaringan informatika di Indonesia.

Jaringan serat optik sekarang sudah menjadi tumpuan bagi infrastruktur utama yang berada di belakang kelancaran arus informasi di negeri ini. Sementara di jaringan paling depan para operator telko juga sudah mengembangkan koneksi pita lebar (broadband) HSDPA (high-speed downlink packet access) atau teknologi akses nirkabel generasi 3.5G.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X