Mahasiswa Surabaya Kembangkan Software Penerjemah Aksara Jawa - Kompas.com

Mahasiswa Surabaya Kembangkan Software Penerjemah Aksara Jawa

Kompas.com - 06/04/2009, 20:49 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) mengembangkan software aksara Jawa yang dapat mengubah aksara/huruf Latin ke Aksara Jawa dan sebaliknya.

"Awalnya, saya mempelajari teori komputasi yang praktiknya sering terjadi dalam bentuk software mirip kamus dari Bahasa Indonesia ke Inggris dan sebaliknya, lalu saya berpikir yang lain," kata Errista Yuniasti (24) di kampusnya, Senin (6/4).

Dalam kesempatan itu, mahasiswi kelahiran Surabaya, 15 Juni 1985 itu, mencoba menulis "mangan sego telo" pada software miliknya, maka tampilan di bagian bawah muncul tulisan dalam aksara Jawa berbentuk "ho-no-co-ro-ko" yang menafsirkan tulisan latin itu.

"Saya menggunakan Program VB-6 (visual basic ke enam) dan program itu saya namakan Gendhis (gadis)," kata mahasiswi Jurusan Teknik Informatika di Fakultas Teknik (FT) Ubaya yang alumnus SMA 6 Surabaya itu.

Program yang dirancang meliputi huruf, wilangan (angka), aksara murdo, aksara suoro, pepet (ucapan beberapa macam huruf e), aksara urip (ho-no-co-ro-ko), aksara mati (non-vokal), rekan (v, z, sy, dan sejenisnya), sandangan (vokal, konsonan), suku, taling, taling tarung, pangkon, cokro, pengkal, dan capil (spasi).

"Program yang saya buat itu akan mempermudah mereka yang belajar Bahasa Jawa tanpa proses pembelajaran. Mereka yang enggak paham akan menjadi paham," katanya.

Namun, kata anak bungsu dari dua bersaudara itu, software yang dibuatnya itu maksimal 200 karakter, termasuk capil (spasi) di dalamnya.
Ditanya kesulitan yang dialami selama merancang software aksara Jawa itu, ia mengaku peraturan aksara Jawa yang beragam membuatnya sempat kesulitan, karena ada perbedaan aksara Jawa di Jatim, Jateng, dan Jabar.

"Tapi, saya akhirnya menyimpulkan untuk memakai aksara Jawa yang sifatnya umum. Saya mencari bahan dari buku-buku berbahasa Jawa, bahkan saya menemukan buku Bahasa Jawa terbitan tahun 1966 di Pasar Blauran, Surabaya," katanya.(ANT)


Editor

Close Ads X