Sudah 78 Lokasi, Warung Masyarakat Informasi Masih Sepi - Kompas.com

Sudah 78 Lokasi, Warung Masyarakat Informasi Masih Sepi

Kompas.com - 24/06/2009, 19:01 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Departemen komunikasi dan informatika telah mendirikan 78 warung masyarakat informasi di seluruh negeri guna menghapus kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi dan meningkatkan pengetahuan pemanfaatan teknologi komunikasi.

Namun, sejauh ini pemanfaatan warmasif oleh masyarakat kurang optimal. Kurangnya sosialisasi dan minimnya pelayanan diduga menjadi penyebab utama minimnya pemanfaatan warmasif.

Kepala Subdit Aplikasi Perekonomian Direktorat E-Business Depkominfo Hafni Septiana mengatakan dari 78 warmasif, hanya lima yang mendapat pengakuan pelayanan terbaik. Salah satunya, termasuk warmasif Kediri, Jawa Timur.

Guna mendorong optimalisasi pemanfaatan warmasif, kami akan meningkatkan pelayanan termasuk dengan mencari format pelayanan yang tepat, katanya di sela acara Workshop Warmasif di Kediri, Rabu (24/6).

Warmasif merupakan salah satu bentuk pengembangan implementasi dari community acces poin dimana masyarakat yang berada di suatu wilayah dapat berkomunikasi, dan mengakses informasi secara global online maupun offline, serta melakukan pemasaran dan penjualan melalui internet.

Harapannya selain mengurangi kesenjangan akses terhadap layanan informasi juga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat sehingga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pemerintah daerah diharapkan menjadi ujung tombak sosialisasi dan pemanfaatan warmasif. Sebagai pusat informasi, masyarakat tidak dikenakan biaya kecuali apabila menggunakan internet.

Optimalisasi warmasif ini dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat informasi Indonesia yang ditargetkan tercapai pada tahun 2015.

Kepala Kantor Pos Kediri Nurhadi mengatakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan warmasif, perlu dilakukan pendekatan secara komunitas misalnya kepada kelompok pelaku usaha mikro kecil menengah, dunia pendidikan dan pelayanan publik.

Sejauh ini konten warmasif meliputi informasi UMKM, informasi kesehatan, dan aplikasi perpustakaan digital. Sejumlah warmasif telah dilengkapi dengan akses buku sekolah elektronik sebanyak 470 judul buku, VCD pendidikan dan VCD di bidang peternakan serta pertanian.

Pada tahun 2009, pemerintah tidak berencana menambah jumlah warmasif. Mereka akan mengoptimalkan warmasif yang sudah ada terlebih dahulu.

Adapun 78 warmasif itu antara lain terdapat di Serang, Palembang, Semarang, Palangkaraya, Kupang, Pekalongan, Medan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Singkawang, Banda Aceh, Samosir, Kabanj ahe, Bekasi, Pontianak, Banjarmasin, Jepara, Purwokerto, dan Denpasar.


Editor

Close Ads X