Ratusan Pendukung SBY dan Mega Kecewa Tidak Dapat Masuk Balai Sarbini - Kompas.com

Ratusan Pendukung SBY dan Mega Kecewa Tidak Dapat Masuk Balai Sarbini

Kompas.com - 02/07/2009, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan pendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri yang tidak dapat masuk ke dalam Balai Sarbini untuk menyaksikan debat capres putaran III berkumpul di sekitar pintu masuk Balai Sarbini Jakarta, Kamis (2/7).

Mereka mengaku kecewa tidak dapat melihat langsung "jagoannya" berdebat dengan tema "NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah" dengan moderator Pratikno, Dekan FISIP UGM.

Katrine (35), pendukung Megawati yang datang bersama 100 pendukung lain asal Tanjung Priok Jakarta Utara, mengatakan, ia datang ke Balai Sarbini untuk dapat melihat langsung mantan presiden tersebut memaparkan visi dan misinya.

"Enggak bisa masuk, harus pakai undangan. Tapi enggak apa-apa yang penting sudah datang mendukung," ucapnya.

Kekecewaannya bertambah karena di luar ruang debat hanya disediakan televisi kecil untuk menyaksikan debat. "Seharusnya dipasang tipi (televisi) besar biar kita enak liatnya," ungkapnya dengan logat Betawi kental.

Senada juga disampaikan Elias (30), rekan Katrine. Ia bersama rekan-rekannya sudah hadir sejak pukul 16.30 dengan menggunakan satu metromini dan tiga mobil kecil.

Elias mengaku tidak mendapatkan bayaran dari siapa pun untuk hadir mendukung putri Soekarno tersebut. "Enggak ada uang apa-apa. Kita murni dukung," tegasnya.

Sementara itu, ratusan pendukung SBY yang berkumpul berseberangan dengan pendukung Megawati juga menyatakan kekecewaan tidak dapat menyaksikan SBY berdebat.

Salah satunya Tatang (63), yang mengatakan sudah hadir sejak pukul 17.30 bersama ratusan rekannya. "Kecewa, udah enggak bisa masuk tipi-nya kecil lagi," ungkapnya kesal.

Tatang, yang sudah mendukung SBY sejak Pemilu 2004 tersebut, mengaku tidak mendapatkan imbalan apa pun untuk hadir di Balai Sarbini. "Enggak ada uang-uangan," ucapnya.

Dari pantauan Kompas.com, ratusan orang yang mayoritas masyarakat umum berdesakan di depan televisi 32 inci yang berada tepat di depan pintu masuk Balai Sarbini.


Editor

Close Ads X