Sony Corp Tak Bisa "Paksa" Sony AK Tutup Situsnya

Kompas.com - 15/03/2010, 11:22 WIB
Editorhertanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR, Ahmad Muzani, menilai bahwa perusahaan elektronik Jepang, Sony, tak bisa menyampaikan keberatan terhadap penggunaan nama "Sony" dalam situs pribadi bloger Indonesia, Sony Arianto Kurniawan.

Menurutnya, penggunaan nama tersebut harus ditelisik terlebih dahulu, apakah ada unsur memanfaatkan nama besar Sony atau tidak.

"Dalam kasus ini harus dijelaskan, maksud penggunaan nama itu apa. Saya rasa (Sony AK) tidak bermaksud melakukan pembajakan. Menurut saya, somasi itu agak berlebihan. Kan tidak selalu nama Sony itu identik dengan nama Sony Corp. Misalnya, nama saya Ahmad Muzani, kemudian saya mematenkan nama Ahmad sehingga orang yang namanya Ahmad Muzakir atau Ahmad apa saja tidak boleh pakai. Kan tidak bisa begitu," papar Muzani kepada Kompas.com, Senin (15/3/2010).

Namun, di balik kasus ini, Muzani mengungkapkan ada pelajaran yang harus dipetik para bloger di Indonesia. Menurut politisi Partai Gerindra ini, kelemahan masyarakat di Indonesia adalah sikap enggan mematenkan nama atau karya kreatifnya secara hukum.

"Somasi terhadap penggunaan hak cipta ataupun HAKI sering terjadi. Kelemahan orang Indonesia adalah tidak pernah melakukan pematenan terhadap karyanya. Padahal, warga kita itu kreatif, tapi jarang yang mematenkan. Akibatnya, sering jadi korban atas pematenan pihak lain," ujarnya.

"Ini menjadi pelajaran berharga bagaimana pematenan sebuah nama, karya, bisa dilakukan, meskipun Sony Corp tidak boleh melakukan penutupan terhadap situs bloger Sony," lanjut mantan anggota Pansus Angket Kasus Bank Century ini.

Dengan banyaknya kasus-kasus kontemporer di dunia maya, Komisi I yang memiliki lingkup kerja berkaitan dengan teknologi informasi telah melakukan sejumlah identifikasi. Persoalan yang terjadi tengah ditelaah dari sisi hukum dan perundang-undangan.

"Bukan membuat undang-undang baru, melainkan melakukan identifikasi masalah dan menelaah apakah peraturan yang ada sudah mengatur secara komprehensif," kata dia.

Komisi I juga mencatat persoalan penggunaan lambang Garuda Pancasila dalam kaus produksi Giorgio Armani yang sempat mengundang kontroversi beberapa waktu lalu.

Desain kaus yang bagian depannya bergambar mirip Garuda itu membuat ramai dunia maya setelah situs Armani memublikasikan produk terbarunya tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.