Pornografi

Blokir Situs Porno, Indonesia Tak Tiru Konsep China

Kompas.com - 10/08/2010, 19:15 WIB
EditorR Adhi KSP

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Komunikasi dan Informasi telah melakukan sejumlah studi banding ke luar negeri sebelum melakukan upaya pemblokiran situs porno mulai awal bulan Ramadhan ini.

Meski demikian, Indonesia tidak meniru konsep China dalam melakukan penyaringan (filtering) dan pemblokiran secara ketat terhadap berbagai konten internet. "Ya, kita juga membandingkan dengan negara-negara lain. Tapi tidak seperti China, dia kan tidak hanya pornografi, tapi juga ideologi," kata Budi Setiawan selaku Plt Dirjen Postel Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam jumpa pers di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (10/8/2010).

Menurut Budi, Indonesia lebih mengarah pada konsep pemblokiran pornografi seperti yang sudah diterapkan di negara-negara Asia lainnya, misalnya Vietnam, Filipina, dan Malaysia.

"Metodenya tidak berubah. Intinya kembali pada diri sendiri. Kalau masyarakat sudah sadar dan bisa blok sendiri, pemerintah akan mudah," tutur Budi.

Budi menjabarkan, sistem pemblokiran dan penyaringan situs-situs yang mengandung konten porno dilakukan dengan menggandeng internet service provider (ISP) yang ada di Indonesia. Tiap ISP berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyaringan terhadap situs yang mengandung konten porno.

"Semangat dari ISP-ISP ini luar biasa sekali. Ke depannya, tiap dua pekan sekali kemampuannya di-update, ditambah lagi," papar Budi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X