Blokir RIM

Tifatul: Saya Hanya Jalankan Undang-undang

Kompas.com - 09/01/2011, 12:37 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring untuk menutup layanan Research in Motion dalam fasilitas Blackberry Messenger (BBM) pada handset Blackberry menuai protes keras dari masyarakat.

Alasan penutupan bahwa RIM menolak pemblokiran akses pornografi via BBM dinilai publik tak cukup menjadi dasar bagi Tifatul untuk melakukan itu. Pasalnya, masih banyak aktivitas produktif lainnya yang dijalankan melalui perangkat Blackberry. Polemik soal wacana Tifatul itu kini ramai menjadi perbincangan di situs mikroblogging, Twitter, Minggu (9/1/2011).

Komentar-komentar pun mengalir ke akun mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera di @tifsembiring. "Do a little research, Pak. Anda membakar rumah untuk membunuh tikus. Tindakan harus relevan dengan keadaan di lapangan," demikian salah satu pengguna Twitter mengirim pesan kepada Tifatul.

Adapula komentar lainnya, "Bukan UU-nya yang salah, UU tidak mengatakan blok BB. Tapi blok pornografi. BB tidak digunakan untuk porno. Anda yang salah?"

Protes dengan nada lebih keras pun bisa ditemui di laman @tifsembiring. Ia disebut telah melakukan pembodohan dengan mengumandangkan ancaman itu. Tak terima disebut membodohi, Tifatul pun menjawab "Saya hanya jalankan undang-undang, kok disebut pembodohan? aya-aya wae. Ganti uu-nya, saya akan jalankan dengan setia," tulis Tifatul.

Seperti  yang diberitakan sebelumnya, Tifatul mengancam akan mencabut izin usaha RIM jika perusahaan asal Kanada itu tidak melakukan pemblokiran akses terhadap material pornografi dalam operasinya di Indonesia. "Kami sudah memperingatkan RIM agar mau memblokir situs porno yang ada di Blackberry," kata Tifatul, Jumat (7/1/2011) di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika. "Kami beri tenggat dua minggu lagi setelah itu kami akan beri sanksi," sambungnya.

Dalam posting-nya siang ini, Tifatul melontarkan pertanyaan berbunyi: "Gimana komentar rekan-rekan jika sebuah lembaga berusaha di negeri ini tapi tak mau ikuti secara utuh peraturan yang ada?"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.