Pramono Anung:

Blokir RIM, Kebijakan Tak Cerdas!

Kompas.com - 09/01/2011, 14:26 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung, yang dikenal aktif menggunakan situs mikroblogging, Twitter, juga angkat bicara seputar wacana pemblokiran layanan Research in Motion dalam handset BlackBerry jika tak mau memblokir akses terhadap material pornografi.

Seperti yang telah diberitakan, bahasan ini menjadi salah satu trending topic di Twitter pada hari ini (Minggu, 9/1/2011), menyusul penegasan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring terkait pemblokiran BlackBerry di Tanah Air.

Pramono berkomentar menyusul satu pertanyaan dari pengguna Twitter lain yang mendarat di akunnya @pramonoanung. Tweps itu bertanya: "gmn pndpat anda ttg rencana mau melarang bbm di Ind??"

Lantas Pramono menjawab: "Tdk setuju, Kebijakan yg kontraproduktif&tdk cerdas.."

Meski singkat, jawaban Pramono itu terbilang tegas dan sejalan dengan suara yang dilontarkan para pengguna internet melalui jejaring Twitter. Sejak pagi tadi akun Tifatul di Twitter dibanjiri oleh protes, mulai dari yang santun sampai yang memakai bahasa kasar dan keras. Hampir semua melancarkan protes dan penolakan terhadap rencana pemblokiran itu.

Tifatul sendiri di dalam akunnya sempat berkomentar bahwa pada dasarnya ia hanya berupaya menjalankan perintah undang-undang untuk membendung arus pornografi yang masuk ke Tanah Air. "Saya hanya jalankan undang-undang, kok disebut pembodohan? aya-aya wae. Ganti uu-nya, saya akan jalankan dengan setia," tulis Tifatul.

Sementara itu, terkait komentar pedas dan keras yang diterimanya di akun Twitter, Tifatul mengatakan, ia hanya akan memanggapi kritik yang sopan. Begini pesannya: "kalau sopan dan beradab saya akan berusaha menjawab. jika tidak. maaf saja. juga simak pendapat yang kontra."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.