Penyaringan Konten

Operator yang Minta Filter Pornografi di BlackBerry

Kompas.com - 11/01/2011, 07:31 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Desakan kepada Research in Motion (RIM) untuk menyaring konten pornografi di layanan internet BlackBerry bukan semata-mata atas keinginan Menteri Komunikasi dan Informatika. Dalam siaran persnya, Senin (10/1/2010), Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku hal itu atas permintaan para operator seluler penyedia layanan BlackBerry di Indonesia.

Saat ini ada lima operator yang bermitra dengan RIM untuk menyediakan layanan BlackBerry di Indonesia, yakni PT Telkomsel, PT Indosat, PT XL Axiata, PT Natrindo Telepon Seluler, PT Smart Telecom, dan PT Hutchinson CP Telecommunication.

Para penyelenggara telekomunikasi tersebut pada tanggal 1 Desember 2010 mengirimkan surat kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Intinya, mereka berharap Kementerian Kominfo meminta RIM menyaring konten negatif di layanan BlackBerry untuk semua transaksi data dari pelanggan operator Indonesia atas biaya RIM tanpa mengurangi kualitas layanan. Demikian isi pernyataan pers yang dikeluarkan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto, Senin (10/1/2011).

Menurut Gatot, permintaan kepada RIM searah dengan program pemblokiran konten pornografi yang dimulai sejak 21 Juli 2010 oleh Kementerian Kominfo bersama semua penyelenggara jasa internet (internet service provider) di Indonesia. Dasarnya adalah Surat Edaran Plt Dirjen Postel (atas nama Menteri Kominfo) Nomor 1598/SE/DJPT.1/KOMINFO/7/2010 tentang Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang Terkait dengan Pornografi. Adapun dasar hukum pelarangan konten pornografi pada layanan internet adalah Undang-Undang No 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU No 44/2008 tentang Pornografi.

Gatot menyatakan, sesuai dengan penjelasan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada 7 Januari 2011 seusai pelantikan sejumlah pejabat eselon I Kementerian Kominfo,  terhitung 14 hari kerja sejak tanggal tersebut atau 21 Januari 2011 merupakan batas akhir RIM untuk mempersiapkan filter konten negatif. Ultimatum itu dikeluarkan mengingat sejauh ini konten pornografi tersebut masih bebas diakses melalui layanan BlackBerry di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.