Isi Lengkap Memo CEO Nokia

Nokia, Platform yang Sedang Terbakar

Kompas.com - 10/02/2011, 13:29 WIB
EditorTri Wahono

Dan, kita telah menghadapi lebih dari satu ledakan - kita telah mengalami hempasan panas berkali-kali yang menimbulkan kebakaran di sekitar kita. Misalnya, hempasan panas yang tinggi dari para pesaing yang lebih sering daripada perkiraan sebelumnya. Apple menggoncang pasar dengan mendefinisikan ulang smartphone dan menarik para pengembang software dalam ekosistem yang tertutup tapi sangat powerful.

Pada 2008, pangsa pasar Apple di kisaran produk dengan harga di atas 300 dollar AS hanya 25 persen. Tapi, pada 2010 meningkat menjadi 61 persen. Mereka menikmati pertumbuhan yang sangat tinggi dengan kenaikan pendapatan 78 persen dalam setahun di kuartal keempat 2010. Apple mendemonstrasikan bahwa dengan desain yang bagus, konsumen rela membeli harga tinggi untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan para pengembang akan membuat aplikasi untuknya. Mereka mengubah peta persaingan dan hari ini Apple memenangkan pasar kelas atas.

Kemudian, ada Android. Dalam waktu dua tahun, Android menciptakan platform yang menarik minat para pengembang aplikasi, penyedia layanan, dan produsen hardware. Android masuk ke pasar kelas atas, menang di pasar menengah, dan dengan cepat masuk ke pasar ponsel di bawah 100 dollar AS. Google telah menjadi kekuatan gravitasi, menghasilkan inovasi industri lebih besar untuk mendukung bisnis intinya.

Jangan lupa pasar kelas bawah. Pada 2008, MediaTek memasok desain referensi yang lengkap untuk chipset ponsel agar produsen di Shenzhen, China, dapat memproduksi ponsel dengan biaya sangat murah.

Diperkirakan, ekosistem tersebut kini telah memproduksi lebih dari sepertiga ponsel yang dijual di seluruh dunia-merebut pangsa pasar kita di negara-negara berkembang.

Sementara para pesaing membakar pangsa pasar kita, apa yang dilakukan Nokia? Kita jauh tertinggal, ketinggalan tren besar, dan kehilangan waktu. Saat itu, kita berpikir telah mengambil keputusan yang tepat, namun kalau ditilik ke belakang, kita saat ini ketinggalan beberapa tahun.

iPhone pertama didistribusikan tahun 2007, dan kita masih belum memiliki produk yang sebanding. Android datang baru dua tahun dan minggu ini mereka mengambil alih posisi kepemimpinan kita dalam jumlah smartphone. Sungguh tak bisa dipercaya.

Kita punya sumber daya yang hebat di balik Nokia, namun kita tidak memanfaatkannya ke pasar dengan cepat. Kita berpikir MeeGo akan menjadi platform yang memenangkan pasar smartphone kelas atas. Namun demikian, dengan kecepatan saat ini, sampai akhir 2011, kita mungkin baru punya satu produk MeeGo di pasar.

Di kelas menengah, kita punya Symbian. Ia telah terbukti tak bisa memimpin di pasar yang utama seperti Amerika Utara. Selain itu, Symbian terbukti punya lingkungan yang sulit dikembangkan seusia kebutuhan dan tuntutan pasar, paling lambat pengembangan produknya, dan juga banyak kekurangan saat harus memanfaatkan platform hardware yang baru. Hasilnya, jika kita terus bertahan, kita akan semakin tertinggal jauh di belakang, sementara para pesaing semakain maju ke depan.

Di pasar kelas bawah, OEM China mengeluarkan perangkat jauh lebih cepat, bahkan salah satu karyawan Nokia menjadikannya semacam olok-olok, "waktu yang mereka butuhkan sama dengan waktu yang kita butuhkan untuk membuat presentasi Power Point." Mereka cepat, mereka murah, dan mereka menantang kita.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.