Teror Bom

Istana Bantah Teror Bom Pengalihan Isu

Kompas.com - 16/03/2011, 12:07 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Istana Kepresidenan RI membantah bahwa bom Utan Kayu dan dua serangkaian pengiriman paket bom yang ditujukan kepada Badan Narkotika Nasional dan Ketua Pemuda Pancasila Yapto pada Selasa (16/3/2011) merupakan upaya pemerintah mengalihkan keprihatinan publik terhadap kasus WikiLeaks.

"Itu terlalu jauh. Bagaimana bisa membayangkan ada kaitannya terhadap dua hal ini," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) Ansyaad Mbai juga membantah ketika ditanya Kompas.com apakah kasus tersebut merupakan pengalihan isu. "Kalau kami sudah menganalisis seperti itu, nanti kesimpulannya kabur. Kami akan membuat kesimpulan fakta obyektif, sementara masyarakat membutuhkan fakta obyektif. Kalau sudah seperti itu, polisi bekerjanya jadi gampang," sambungnya.

Terkait bom Utan Kayu, Julian mengatakan, Presiden prihatin atas kasus tersebut. Presiden pun telah menginstruksikan kepolisian untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut. "Kami tidak bisa membiarkan ada aksi-aksi kekerasan, apalagi itu sampai menimbulkan korban. Itu tidak boleh terjadi di negara ini," katanya.

Ikuti juga Perkembangan Pascatsunami di Jepang

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X