Bertemu Menlu Australia

Presiden SBY Tak Singgung WikiLeaks

Kompas.com - 29/03/2011, 13:01 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (29/3/2011) di Kantor Presiden, Jakarta, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Michael Rudd. Sejumlah topik diperbincangkan pada pertemuan antara Presiden dan Rudd, yang juga mantan Perdana Menteri Australia. Topik tersebut, misalnya, terkait keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2011. Lantas, apakah WikiLeaks dibahas pada pertemuan antara SBY-Rudd?

"Saya rasa tidak. Saya duduk di sana. Saya tidak mendengar soal itu," kata Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada para wartawan seusai mendampingi Presiden pada pertemuan tersebut.

Seperti diketahui, harian Australia, The Age, Jumat (11/3/2011), memuat berita utama tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Laporan harian itu berdasarkan kawat-kawat diplomatik rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang bocor ke situs WikiLeaks.

Kawat-kawat diplomatik tersebut, yang diberikan WikiLeaks khusus untuk The Age, mengatakan, Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan untuk memengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup dan menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelijen negara demi memata-matai saingan politik dan, setidaknya, seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.

Faiza mengatakan, pertemuan berlangsung sangat baik dan bersahabat. Terlebih, keduanya telah bersahabat sejak Menlu Rudd menjabat sebagai Perdana Menteri dari 3 Desember 2007 hingga 24 Juni 2010.

Sebelumnya, ketika membuka Jakarta International Defense Dialog di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada pekan lalu, Presiden sempat menyinggung soal WikiLeaks yang didirikan Julian Paul Assange, seorang warga negara Australia. Presiden mengatakan, WikiLeaks memiliki implikasi politik dan keamanan ketika melakukan aksinya.

"Sekelompok kecil orang di WikiLeaks dengan anti-establishment agenda, misalnya, telah merepotkan pemerintah di berbagai negara di dunia dengan segala implikasi politik dan keamanan," kata Presiden.

Pemberitaan dua media Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan penyalahgunaan kekuasaan telah menggemparkan masyarakat Indonesia. Pemberitaan tersebut bersumber dari kabel diplomatik Kedutaan Besar AS di Jakarta yang berhasil dicuri WikiLeaks. Pemberitaan tersebut mengatakan, misalnya, Presiden secara pribadi telah campur tangan untuk memengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup dan menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelijen negara demi memata-matai saingan politik dan, setidaknya, seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.

Atas hal itu, Presiden mengatakan, dirinya adalah pemimpin bangsa yang berintegritas dan dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

"Percayalah, saya mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan. Saya, insya Allah akan tetap menjaga integritas karena itulah tugas saya sebagai pemimpin di negeri ini," kata Presiden saat membuka rapat kabinet terbatas yang membahas soal pengendalian inflasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (14/3/2011).

Presiden mengatakan, dirinya akan menggunakan haknya untuk mendapatkan keadilan dengan cara-cara yang demokratis. "Ya, tentunya nanti akan tahu siapa yang sesungguhnya sungguh demokratis dan siapa yang tidak. Siapa yang main lapor, main tuduh, main hakim di dalam media massa, di dalam diplomasi, yang sungguh merugikan nama baik seseorang, yang boleh disebut sebagai character assassination," tegas Presiden.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X