Microsoft Umumkan Empat Finalis Imagine Cup

Kompas.com - 20/04/2011, 13:17 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Imagine Cup, kompetisi inovasi teknologi tahunan bertaraf internasional yang digagas Microsoft, mengumumkan 4 tim semi-finalis dari Indonesia. Salah satu tim pemenang utama akan mewakili Indonesia untuk bertarung di ajang Imagine Cup 2011 tingkat global yang akan diselenggarakan di New York, Amerika Serikat pada tanggal 8-13 Juli 2011 mendatang.

Imagine Cup diadakan sejak tahun 2003 dan telah secara aktif diikuti oleh kelompok-kelompok pemuda yang terdiri dari individu-individu kreatif dan inovatif yang berasal dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu. Tahun ini, forum bergengsi ini mengangkat tema "Imagine A World Where Technology Helps Solve Toughest Problems".

"Program Imagine Cup 2011 yang menggugah kreativitas inovator-inovator muda Indonesia, sekali lagi menggaris bawahi kepedulian dan komitmen Microsoft untuk mewujudkan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan, salah satunya adalah dengan mendukung segala upaya bagi pertumbuhan inovasi," tegas Sutanto Hartono, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia dalam siaran persnya, Selasa (19/4/2011).

Sejak diperkenalkan di Tanah Air pada tahun 2006, animo dan kualitas konsep inovasi teknologi yang diperlihatkan oleh para peserta Imagine Cup dari Indonesia tidak kalah baiknya. Di kompetisi tahun 2011 ini, sebanyak 45 buah proposal konsep inovasi teknologi terdaftar sejak akhir Desember 2010. Panitia kemudian secara seksama memilih 10 besar finalis yang kemudian harus mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri yang terdiri dari para praktisi di bidang teknologi informasi di Microsoft. Selanjutnya, dipilihlah 4 karya yang dianggap paling berpotensi untuk memberikan kontribusi positif dalam menjawab permasalahan dunia.

Keempat semi-finalis tersebut adalah Tim Gatotkaca dengan judul project "Chilhood" dari Institut Teknologi Telkom dan Institut Teknologi Bandung, Tim Eqlips dengan judul project "Corona" dari Institut Teknologi Telkom Bandung, Tim DreamBender dengan judul project "EcoMarket" dari Institut Teknologi Telkom Bandung, dan Tim Gadjah Mada dengan judul project "Agrion" dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Keempat finalis yang lolos akan memasuki tahap penjurian tingkat akhir pada tanggal 3 Mei 2011 di Balai Kartini, Jakarta.

"Dewan Juri akan memilih 1 pemenang dengan karya inovasi terbaik di bidang software design. Kelompok-kelompok terpilih dari seluruh dunia akan bertemu di tahap final di New York, dimana lebih dari 300.000 partisipan yang mewakili 9 kategori kompetisi berkumpul," jelas Julius Fenata, Academic Developer Evangelist PT. Microsoft Indonesia yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Imagine Cup 2011 untuk Indonesia.

Berikut daftar keempat finalis dan proyeknya yang diambil dari situs resmi Imagine Cup Indonesia: 

 

 

Tim

Project

Solution

clip_image002[8]

IT Telkom & ITB

Gatotkaca

Childhood

“Childhood is a project that is built to educate mothers on healthy eating habits for children and monitor child's development milestone in each age.”

clip_image004[8]

IT Telkom

Eqlips

Corona

“CORONA stand for Cardiovascular Remote Monitoring and Assessment.

 

As we read what’s it stand for,

CORONA  is  a wellness monitoring  solution  that  provides meaningful  and  insightful  physiological  data

especially  heart  rate  to  patients,  caregivers,  physician  or  doctor  in  support  of  higher  quality, more efficient and less costly cardiovascular healthcare.”

clip_image006[8]

IT Telkom

DreamBender

EcoMarket

“EcoMarket is a cloud based receipt system. It works by transferring digital purchase receipt to the cloud in every transaction in store, and providing ways for the customer to view and manage the receipt.”

clip_image008[8]

UGM

Gadjah Mada

Agrion

“One of the significant challenge faced by the agricultural field is dealing the unpredictable climate change which affects the water scheduling for plantation.

 

Agrion comes as a solution to calculate water needs of each plant in every growth level. Using this system, farmers could measure how much water they should provide in accordance with rainfall and the type of land.

 

In addition, it will support farmers’ assistant to arrange the irrigation schedule based on customized data of each farmer.

 

In the long term, the assistants and local government could set policies regarding the suitable plants in each month by using the systems to find the best partners in selling and buying harvests”

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.