Kompetisi Software

Inilah Para Jawara Imagine Cup 2011

Kompas.com - 03/05/2011, 20:26 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Imagine Cup 2011 tingkat Nasional telah memasuki tahap penjurian akhir. Empat finalis yang terpilih telah mempresentasikan karyanya di hadapan juri, bertempat di FCone FX Plaza, Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2011). Pengumuman pemenang pertama, kedua, dan ketiga, langsung dilakukan di hari dan tempat yang sama.

Pemenang pertama Imagine Cup 2011 tingkat Nasional tersebut adalah Tim Gatotkaca, dari ITB dan IT Telkom (dulu STT Telkom) Bandung yang mengusung "Chilhood Project". Tim ini mendapat hadiah uang tunai Rp 15 juta dan berkesempatan mewakili Indonesia dalam Imagine Cup 2011 tingkat Internasional di New York City, 8-13 Juli mendatang.

Tim ini terdiri dari Dody Qory Utama (mahasiwa S2 jurusan Teknik Biomedical ITB angkatan 2006), Arganka Yahya dan Kania Audrint (mahasiswa S1 Teknik Informatika IT Telkom angkatan 2008), serta Anggunmeka Luhur Prasasti (mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi IT Telkom angkatan 2006).

Software buatan tim tersebut menawarkan solusi bagi masalah malnutrisi dengan memberi akses informasi dan deteksi malnutrisi tahap awal kepada masyarakat melalui aplikasi telepon genggam. Tim ini menggunakan Microsoft Visual Studio 2010, Microsoft SQL Server 2008, Windows Server 2008, Microsoft Silverlight, Microsoft Expression, Microsoft NET 4.0 SDK, Windows 7 Series, Bing, ASP.net Ajax, Orchard, dan Windows Phone untuk menghasilkan sebuah aplikasi mobile yang bermanfaat dalam bidang kesehatan.

 

Pemenang kedua Imagine Cup 2011 tingkat Nasional adalah Tim Eqlips dari IT Telkom Bandung yang mengusung "Corona Project" (Cardiovascular Remote Monitoring and Assessment). Hanya dengan mendekatkan jari ke smartphone selama 10-30 detik, sistem Corona Touch akan mendeteksi detak jantung dan menerjemahkannya dalam data grafik secara langsung. Solusi software ini menyasar tiga segmen, yakni Touch (mobile for personal healthcare), Desk (desktop for technical medis), dan Hub (web for public).

Corona Dash mengumpulkan catatan kondisi jantung hasil terjemahan data dari Corona Touch dan Corona Hub di pusat penyimpanan data kolektif. Data ini bisa diakses ole para dokter langsung dari komputer pribadi mereka. Corona Hub sendiri tak hanya berfungsi sebagai website atau pusat informasi, tetapi merupakan sebuah Rich Internet Application yang menyediakan berbagai alat tes pribadi yang bisa disesuaikan. Tim ini terdiri dari Rofiki Setiawan, Gilang Kusuma Jati, Innayah Nurlia Roza, dan Arief Yunanto.

Mereka menggunakan Development Tools : Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate, Microsoft Expression Studio 4.0. Sedangkan untuk Development Platform tim ini menggunakan : Microsoft Windows 7 Professional, Microsoft Windows Server 2008 R2, Microsoft SQL Server 2008 R2, IIS 7, dan Windows Mobile 6.5 or Windows Phone 7. Dilengkapi dengan Core Teknologi dari ASP.NET, NET 4.0, Windows Communication Foundation 4.0. Untuk Support Teknologi mereka menggunakan Microsoft Health CUI, Windows Live ID SDK, Facebook.NET SDK, dan Microsoft Pivot.

Pemenang ketiga Imagine Cup 2011 tingkat Nasional adalah Tim Gadjah Mada dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan "Agrion Project". Proyek ini adalah solusi yang mampu mengukur kadar kebutuhan air setiap tanaman pada setiap tingkat pertumbuhannya. Melalui sistem ini, petani dapat mengukur berapa banyak air yang harus disediakan sesuai curah hujan dan jenis tanahnya. Sebagai tambahan, teknologi ini akan membantu petani dalam mengatur jadwal irigasi berdasarkan data yang disesuaikan bagi setiap petani.

Agrion Project menggunakan Developer Tools Microsoft Visual Studio 2010, Microsoft Expression Studio 4 serta Microsoft SQL Server 2008 R2, Windows Communication Foundation (WCF) RIA Services, Silverlight 4, Microsoft ASP.NET dan Bing Map Services. Anggota tim terdiri dari Ninan Kara Gicha, Fahim Jatmiko, Riza, dan Dwi Andi Rohmatika.

Tim terakhir adalah tim DreamBender dari IT Telkom Bandung yang masuk menjadi salah satu dari 4 finalis namun tidak menjadi pemenang. Tim ini mengusung "Ecomarket Project". Ecomarket adalah sistem penerimaan struk belanja berbasis Cloud Computing di mana struk belanja tidak lagi membutuhkan struk belanja secara fisik dalam bentuk kertas. Semua dikirimkan dalam bentuk digital melalui aplikasi mobile, yang memudahkan konsumen memeriksa dan menyiapkan dokumen secara rapi. ini juga berarti pengurangan penggunaan kertas dan penebangan pohon.

Anggota tim DreamBender adalah M. Endri Irfanie, Rizky Ario Nugroho, Arnanto Akbar, dan Ahmad Agung Ahkam. Untuk menciptakan inovasi ini, mereka menggunakan software Microsoft Silverlight, Windows Azure, SQL Azure, Windows Phone 7, Microsoft Tag, Bing Maps, Microsoft Visual Basic, serta Microsoft Photosynth.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.