Dicari, "Angel Investors" yang Peduli Wirausaha

Kompas.com - 13/07/2011, 15:00 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Wirausahawan kian jadi profesi pilihan. Memiliki kemandirian finansial dengan berwirausaha semakin menarik bagi anak muda di Indonesia. Namun faktanya, kebanyakan dari mereka adalah wirausahawan informal. Wirausaha di Indonesia masih butuh dukungan untuk terus berkembang, salah satunya kebutuhan akan sentuhan dari angel investor.

Rhenald Kasali, pakar manajemen dan akademisi, mengatakan sebagian besar Usaha Kecil Menengah (UKM) terperangkap dalam usaha informal. Jumlah wirausahawan di Indonesia juga masih sangat rendah. Bahkan Rhenald berpendapat kewirausahaan di Indonesia terancam jika terus mengalami pembiaran oleh berbagai pihak.

"Wirausahawan di Indonesia kebanyakan bergerak di sektor informal. Usaha informal ini di antaranya tidak berbadan hukum, tidak bankable, tidak ada pencatatan keuangan, tidak ada kontrak tertulis, cash-basis, tidak ada standarisasi, tergantung kesehatan perorangan, tidak tersentuh pajak resmi, hidup di kaki lima atau pinggir jalan. UMKM Indonesia berjalan tanpa rencana tertulis bahkan tanpa business plan," jelas Rhenald dalam diskusi media diadakan oleh MEKAR Entrepreneur Network di Sampoerna Strategic Square Jakarta, Selasa (12/7/2011) lalu.

Menurutnya, banyaknya wirausahawan informal karena tidak adanya bimbingan menjadi usaha formal. Selain juga mereka kekurangan modal untuk naik kelas, dan biaya formalisasi usaha yang mahal sekitar Rp 20-400 juta. "Mengurus akte notaris butuh biaya sekitar 10 juta, AMDAL butuh biaya 50 juta, izin usaha terlalu banyak dan mahal," lanjutnya.

Butuh angel investor
Indonesia, kata Rhenald, butuh 1,2 juta angel investor untuk mendukung wirausaha. Rhenald mendefenisikan angel investor atau investor informal sebagai orang kaya Indonesia yang menyediakan modal untuk wirausaha muda, biasanya disertai saham, investasi dana sendiri, bisa dalam kelompok angel atau perorangan.

"Wirausahawan butuh insentif. Inilah wadahnya bagi angel investor resmi untuk mendukung wirausaha. Kebutuhannya adalah menstimulasi orang kaya murah hati untuk menjadi angel investor berhati mulia," lanjutnya.

Potensi angel investor, kata Rhenald, sekitar 4.000-6.000 di Inggris, 258.000 potensi angel investor di Amerika Serikat, dan di Indonesia terdapat satu juta potensi angel investor dengan kontribusi sekitar Rp 5 juta - 2 miliar.

"Saat ini permodalan untuk wirausaha yang tersedia hanya kelas mikro Rp 1-5 juta, dan kelas makro di atas Rp 500 juta," tuturnya, menambahkan dengan kehadiran angel investor, wirausahawan bisa naik kelas karena terfasilitasi dengan baik, dari segi permodalan maupun bimbingan dari angel investor sebagai mentor.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X