Demi "Game Online", 3 Anak Dijual

Kompas.com - 27/07/2011, 10:38 WIB
EditorKistyarini

BEIJING, KOMPAS.com — Demi memenuhi "kebutuhan" bermain game online, pasangan muda Li Lin dan Li Juan, asal Dongguan, China, tega menjual tiga anak mereka.

Menurut surat kabar Sanxiang City News, pasangan ini bertemu pada 2007 di sebuah warung internet. Rupanya minat yang sama pada game online menyatukan mereka.

Setahun kemudian, pada 2008, anak pertama mereka lahir. Demi game online juga mereka tega meninggalkan bayi laki-laki itu untuk ke warnet.

Ide menjual anak itu tercetus setelah kelahiran anak kedua mereka pada 2009. Bayi perempuan itu dijual dengan harga 500 dollar AS (sekitar Rp 4,2 juta).

Setelah uang itu habis, giliran anak sulung yang dijual. Karena anak laki-laki, harga jualnya lebih mahal, sekitar 4.600 dollar AS (Rp 39 juta).

Anak ketiga mereka juga menjadi korban agar bisa bermain game online. Bayi lelaki itu ditawarkan seharga sama dengan kakaknya, Rp 42 juta.

Praktik ini berhenti setelah ibu si ayah muda itu mengetahuinya. Sang ibu langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kepada polisi, pasangan yang berusia di bawah 21 tahun itu berdalih tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan melanggar hukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.