Wawancara

Sagad: Dasarnya "Social Network"

Kompas.com - 16/09/2011, 10:37 WIB

Sixreps.com anggotanya sudah 25 ribu-an, Fupei.com 200 ribuan, Bundagaul.com hanya dua ribuan, yang lainnya masih dalam tahap pengembangan jadi belum punya member. Untuk Pendek.in dan Superbestdeal memang tidak merekrut member, jadi tidak ada data member.

Dengan start up sebanyak itu, bagaimana cara Sanny mengatur waktu?

Kalau Autosally.com dan Travelnesia.com itu masih dalam tahap pengembangan. Sedangkan Infoiklan.com sudah tidak saya urusi lagi, hanya mempertahankan domainnya saja. Pendek.in dan Fupei.com sudah bisa berjalan sendiri, jadi saya biarkan jalan sendiri. Superbestdeal.com saya hanya konseptor, jadi yang menjalankan partner saya. Bundagaul.com masih saya biarkan karena saya belum menemukan partner yang tepat. Jadi saat ini saya hanya full di Sixreps.com.

Untuk mengatur waktu, saya bersyukur punya partner yang sangat mengerti kondisi saya. Mereka tahu saya mengerti tanggung jawab saya. Dan kebetulan hampir semua start up yang saya dirikan dasarnya social network, jadi kalau ada pengembangan untuk satu web, bisa dikembangkan juga untuk yang lain.

Sebelum menjadi enterpreneur digital, apakah pernah bekerja sebagai karyawan?

Selama lulus kuliah sampai sekarang sebetulnya saya belum pernah jadi karyawan tetap. Saya ditawari bekerja justru setahun terakhir. Tahun lalu saya ditawari bekerja full time untuk sebuah perusahaan handset lokal untuk mengurusi aplikasi yang mereka bangun. Tapi saya hanya bertahan tiga bulan, karena saya merasa, menjadi karyawan ada batas-batas untuk inovasi, batas-batas untuk melakukan inisiatif. Sedangkan ketika menjadi founder start up, saya merasa lebih punya kontrol terhadap diri saya sendiri dan saya bisa lebih banyak melakukan eksperimen. Saya merasakan betul perbedaannya.

Apa peran Sanny  di komunitas #StartUpLokal?

Awalnya tahun lalu ketemu sama Natali Ardianto di FX, ngobrol-ngobrol karena kebetulan satu minat dan sama-sama CTO (Chief Technology Officer). Saya ceritakan ke Natali, bagaimana kalau bikin event kumpul-kumpul seperti di Founder Institute (FI). Kebetulan saya pernah ikut yang di Silicon Valley. Lalu kami sepakat ngumpul lagi. Pertama kali ngumpul ternyata yang datang 30-an orang. Dari situ kami mulai rutin ketemuan sebulan sekali. Lalu saya pikir, mengapa tidak ada sharings session seperti di FI?

Akhirnya pada pertemuan ketiga dimulai dengan sharing session dari founder start up yang sudah matang. Waktu itu yang kami undang bapak Isaak Jenie. Di pertemuan pertama, saya dan Natali (Natali Ardianto) sudah dibantu Nuniek (Nuniek. Pertemuan kedua, Ollie mulai bantu-bantu. Lalu saya pikir, Natali dan Nuniek kan suami istri, harus ada orang lain yang bantu mengurusi supaya netral. Bergabunglah Ollie di pertemuan ke empat dia sudah jadi inisiator.

Lalu mengapa Sanny memutuskan mengundurkan diri sebagai inisiator komunitas #StartUpLokal? Apa karena pegang JKTFI?

Sebetulnya saya mundur bukan karena JKTFI. Saya bisa saja menjalani kedua-duanya sekaligus, karena tidak terlalu menyita waktu. Hanya saja, ada beberapa keputusan yang diambil mayoritas yang sudah tidak sejalan dengan visi misi saya. Karena merasa kontribusi saya juga tidak terlalu besar, saya memilih mundur agar tidak menganggu yang lain. Tapi saya mundur bukan sepenuhnya mundur lalu pergi begitu saja. Selama masih ada yang bisa saya bantu, saya akan tetap bantu komunitas #StartUpLokal.

Pengalaman apa yang paling berkesan selama mengurusi komunitas start up lokal?

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorTri Wahono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X