SBY, Presiden Pertama Dapat Gelar Adat Jambi - Kompas.com

SBY, Presiden Pertama Dapat Gelar Adat Jambi

Kompas.com - 20/09/2011, 11:38 WIB

JAMBI, KOMPAS.com--Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Hasip Kalimudin Syam mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden pertama yang mendapatkan gelar adat dari Jambi.

"Kalau untuk Presiden, Jambi baru pertama kali ini memberikan adat. Tetapi tokoh nasional seperti Kasad Edi Sudrajat dan Faisal Tanjung pernah memperolah gelar adat," kata Hasip, ketika dihubungi di Jambi, Senin.

Di Sumatera sendiri, menurut Hasip, Presiden SBY sudah mendapat gelar adat dari Provinsi Sumatera Barat dan Riau.

Mengenai prosesi pemberian gelar adat, Hasip mengatakan ada beberapa item acara yang dihilangkan mengingat singkatnya waktu dan keamanan.

"Semestinya ada prosesi penjemputan bagi penerima gelar adat itu ditiadakan, lalu prosesi penerimaan dengan acara adat juga dihilangkan," katanya.

"Penyambutan dengan syair agama, kalau bahasa kita dengan kasidah juga dihilangkan," katanya lagi. Namun prosesi pencak silat, rebana dan kepala kerbau masih ada.

Menurut dia, dihilangkannya beberapa rangkaian acara tersebut tidak menghilangkan makna gelar adat tersebut.

Hasip masih merahasiakan gelar adat yang akan diberikan kepada Presiden, dengan alasan sesuai dengan ketentuan adat. "Nanti pada saat pemberian gelar, baru diumumkan nama gelarnya," jelasnya.

Sementara, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus kembali menegaskan bahwa kunjungan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono ke Jambi bukan untuk menjemput gelar adat.

"Jadi kunjungan Bapak Presiden ke Jambi bukan untuk menjemput gelar adat, tetapi kunjungan kerja Presiden di Jambi untuk membuka Musyawarah Lembaga Adat Melayu se-Sumatera," jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi bersama seluruh Lembaga Adat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi telah melaksanakan musyawarah, dan dalam musyawarah tersebut disepakati untuk memberikan Gelar Adat kepada Presiden.

Dasar pertimbangannya, menurut Gubernur, LAM Provinsi Jambi bersama LAM Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi merasakan sudah sepantasnya pada saat Presiden membuka Musyawarah Lembaga Adat se-Sumatera, LAM Jambi memberikan gelar kehormatan kepada Presiden, juga merupakan penghargaan kepada Presiden.

Apalagi Presiden dahulunya juga pernah menjabat Pangdam Sumatera Bagian Selatan (Pangdam II/Sriwijaya), dan ketika itu pernah datang ke Jambi.

"Ini juga sesuai dengan pepatah adat Luhak Bepenghulu, Negeri Bebatin. Negara ini Berajo, dan Rajo kito adalah Presiden, rasanya wajarlah kita memberikan penghargaan kepada Presiden yang telah menjabat dua tahun untuk periode yang kedua ini, mungkin inilah yang menjadi pertimbangan-pertimbangan LAM Provinsi Jambi," ujar Gubernur.

Gubernur berharap, pemberian gelar adat ini jangan dipertentangkan.

Dia menjelaskan, gelar adat ada dua macam. Ada gelar pusako, ada gelar kehormatan.


EditorJodhi Yudono

Close Ads X