Operator Harus Proaktif Blokir

Kompas.com - 04/10/2011, 05:08 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Polisi meminta korban pencurian pulsa telepon seluler agar membuat pengaduan resmi ke kepolisian karena selama ini belum pernah ada laporan resmi dari korban ke kepolisian. Selain itu, operator harus proaktif untuk memblokir nomor-nomor yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sofyan Syarif, pihaknya belum menerima laporan korban atau kasus pencurian pulsa ponsel. ”Sampai siang ini belum ada laporan perkara pencurian pulsa ponsel yang kami terima. Namun, kasus dugaan pencurian pulsa ini sudah beredar di masyarakat. Kami pun melakukan penyelidikan, mencari, dan mengumpulkan informasi. Kami berharap ada laporan resmi dari para korban,” kata Sofyan Syarif, Senin (3/10).

Belakangan ini berkembang keluhan dari pengguna ponsel tentang tersedotnya pulsa ponsel tanpa mereka sadari. Penyedot pulsa ponsel diduga berasal dari layanan pesan singkat (SMS) yang berisi konten, penawaran hadiah, bonus, kuis, atau nada sambung pribadi. Ada pula pop-screen yang muncul mendadak di layar ponsel, dan membuat pemakai secara tidak sengaja menekan tombol ok.

Selain itu, ada penipuan lewat SMS tawaran kredit tanpa agunan dan layanan jasa pesan premium. Salah satu bentuk penipuan itu adalah ”Slmt! No Anda 'me/dpt hadia' 100jt dr PT XL AXIATA diundi td mlm di ANTV pkl 23-30. hub kntr pusat 0818748539 Ir H Suswanto pengirim +818”. Padahal, SMS itu dikirim dari 081998022453.

Operator proaktif

Kepala Pusat Informasi dan Humas pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, untuk mengurai persoalan penipuan pulsa, operator diminta proaktif memblokir nomor-nomor yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Operator juga tidak boleh bersembunyi dibalik alasan tidak tahu konten SMS. Mereka juga harus membuat perangkat lunak yang memungkinkan penyaringan nomor-nomor yang diduga digunakan untuk menipu.

”Soal jasa pesan premium ’registrasi’ dan ’unregistrasi’, operator harus konsisten. Ketika ada keluhan, segera ditutup saja nomor itu,” kata Gatot.

Dari sisi pemerintah, Kemkominfo sedang membuat rancangan peraturan menteri khusus untuk mengatasi kriminalitas layanan telekomunikasi.

Kepala Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wishnu Hermawan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah operator nomor ponsel setelah merebaknya pemberitaan pencurian pulsa. ”Operator telepon mengatakan, mereka tidak punya peralatan atau program yang dapat mengambil pulsa dari ponsel pelanggan.”

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.