Wikileaks

Cegah Data Bocor, Gedung Putih Bebenah

Kompas.com - 10/10/2011, 17:22 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama menginginkan sebuah prosedur keamanan baru yang lebih baik untuk mencegah munculnya whistleblower lain seperti Wikileaks. Sumber dari Gedung Putih menyebutkan, Presiden Obama telah menandatangani permintaan khusus pembuatan dokumen yang menjabarkan prosedur pengamanan data dan aturan untuk agen pemerintah dalam mengantisipasi kebocoran data dari "orang dalam".

Dokumen ini akan berisi penjabaran secara detail tata cara pengamanan mulai hal yang sangat dasar, misalnya aturan penggunaan removable media, seperti USB Flashdisk dan CD.

November tahun lalu, website "pembocor data", Wikileaks, memulai aksinya dengan mem-posting ratusan hingga ribuan data informasi rahasia dari kabel diplomatik AS di seluruh dunia. Aksi ini sangat mencoreng muka pemerintah AS, khususnya Departemen Luar Negeri-nya. Tak lama setelah kebocoran ini, pemerintah AS melarang penggunaan media-media penyimpan data, seperti CD, DVD, dan USB Flashdisk.

Order khusus yang ditandatangani oleh Obama tanggal 7 Oktober itu akan berisi larangan untuk menyalin data ke removable media sekalipun itu data pribadi. Selain, semua aktivitas staf yang mengakses ke informasi sensitif akan selalu dipantau dan terdapat prosedur khusus bagaimana informasi rahasia tersebut diperlakukan.

Tim dari Keamanan Nasional AS telah menghabiskan waktu sekitar tujuh bulan untuk mengevaluasi dan menjabarkan prosedur keamanan baru yang diharapkan mencegah kebocoran data terulang kembali. Prosedur keamanan baru ini mencakup seluruh komponen pemerintahan di AS, termasuk Federal Bureau of Investigation (FBI), Central Intelligence Agency (CIA), dan Departmen Pertahanan.

Prosedur ini harus diterapkan di seluruh departemen karena pernah terjadi kebocoran data dari seorang tentara AS yaitu, Sersan Bradley Manning yang pernah menyalin dokumen rahasia Departemen Pertahanan ke sebuah CD yang labelnya ditulis "CD musik Lady Gaga". Seorang ahli keamanan menyayangkan kenapa Manning yang hanya seorang analis intelijen level bawah dapat langsung mengakses dokumen sensitif di jaringan militer yang tertutup.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X