RIM: Layanan BlackBerry Pulih Kembali

Kompas.com - 14/10/2011, 15:14 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Selama beberapa hari terakhir, layanan BlackBerry mengalami gangguan hampir di seluruh dunia. Bahkan sampai lumpuh di sejumlah negara, khususnya di Eropa, Timur Tengah, India, dan Afrika. Namun, Research In Motion (RIM) memastikan, layanan telah berangsur pulih.

Co-CEO RIM Jim Balsillie dan Mike Lazaridis secara khusus mengumumkan hal tersebut dalam conference call, Kamis (13/10/2011). Meski demikian, sebagian pengguna kemungkinan masih akan mengalami keterlambatan saat pengiriman pesan sampai pemulihan benar-benar sempurna.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua pengguna BlackBerry yang kami kecewakan. Ketidakmampuan kami untuk mengatasi dengan cepat telah membuat frustrasi," kata Mike Lazaridis.

Menurut laporan yang dilansir situs Wall Street Journal, lumpuhnya layanan BlackBerry bermula dari masalah pada data center di Eropa dan merembet ke hampir seluruh dunia. Salah satu switching di jaringan inti mengalami kegagalan fungsi sehingga pengiriman BBM lambat dan e-mail tak terkirim.

Mike Lazaridis mengatakan, ini merupakan masalah paling besar dan paling lama yang dialami BlackBerry sejak diperkenalkan tahun 1999. Ia sendiri mengaku belum tahu kenapa switching bisa gagal mengelola data dan masih melakukan investigasi.

Meski meminta maaf, RIM belum ada rencana memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang dikecewakan. RIM saat ini masih fokus untuk mengembalikan level layanan ke kondisi normal seperti sediakala.

Lumpuhnya layanan BlackBerry di seluruh dunia mendapat sorotan sejumlah analis. Apalagi, di tengah bisnis RIM yang tengah terpuruk akibat persaingan ketat di industri tablet dan smartphone.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X