Pelaku Bom Buku Terancam Hukuman Hidup

Kompas.com - 31/10/2011, 16:03 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri Jakarta Barat hari ini, Senin (31/10/2011), akhirnya hanya menggelar sidang perdana terhadap tiga terdakwa teroris bom buku. Awalnya dijadwalkan tujuh terdakwa. Karena hakim berhalangan dan salah seorang terdakwa, Darto, mengalami sakit usus buntu, maka hanya tiga orang yang disidangkan.

Tiga terdakwa tersebut adalah Juhanda alias Jo, Muhamad Maulana Sani alias Alan alias Sahab, dan Mugianto alias Mugi. Mereka didakwa membantu Pepi Fernando, terdakwa lain yang juga pimpinan kelompok bom buku, merakit bom. Ketiganya dijerat Pasal 7,13 c, 15 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Mengadili perkara ini karena melakukan permufakatan jahat, percobaan atas pembantuan untuk melakukan tindakan terorisme, dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan maksud untuk menimbulkan suasana teror atau takut," ujar jaksa penuntut umum Izam saat membacakan dakwaan.

Terdakwa Juhanda sehari-hari bekerja sebagai petani. Maulana adalah seorang wiraswasta dan alumnus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat jurusan Sastra Arab. Sementara Mugianto adalah terdakwa paling muda. Umurnya baru 18 tahun. Sehari-hari Mugi bekerja sebagai penjaga toko barang kebutuhan pokok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.