Kutulis Sajak Ini... Lewat Twitter

Kompas.com - 20/11/2011, 03:42 WIB
Editor

Mawar Kusuma

Sajak cinta tak cukup hanya disimpan untuk kekasih. Lewat jejaring media sosial Twitter, para pencinta sajak berbagi karya. Mereka bahkan mencetak ungkapan hati mereka menjadi buku. Sajak cinta lalu menjadi milik siapa saja.

Setelah selama setahun hanya saling menyapa di dunia maya, komunitas pengikut akun Twitter @sajak_cinta akhirnya bertatap muka dalam gelaran kumpul-kumpul (gathering) dan peluncuran buku Sajak Cinta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Irma Septianita, misalnya, sengaja datang dari Samarinda, Kalimantan Timur, untuk menghadiri kumpul-kumpul tersebut. Melalui akun Twitter @sajak_cinta, ia terbiasa menuliskan isi hati. Bahkan, dari akun tersebut ia bertemu dengan Kharisma yang kini menjadi pacarnya. ”Awalnya aku suka sajak-sajaknya, ternyata lama-lama jatuh cinta sama orangnya,” kata Irma.

Beberapa dari sajak yang ditulis Kharisma turut dicetak dalam buku Sajak Cinta. Kharisma telah menulis lebih dari dua ribu sajak cinta di Twitter. ”Interaksi dengan sesama pencinta sajak mampu menumbuhkan kreativitas,” tambah Kharisma.

Keriuhan segera tercipta ketika sekitar 300 dari lebih 50.000 pengikut atau followers akun @sajak_cinta itu saling menyapa. Mereka saling mengenali dari kertas nama yang disematkan di dada. Ada yang lalu berfoto bersama hingga bertukar tanda tangan.

Aulsoemitro dari Jakarta menemukan banyak karya sajak bermutu di akun @sajak_cinta. Ia menggemari sebagian karya rekan-rekannya yang kebanyakan masih anak-anak muda. Diam-diam, ia juga ngefans dengan beberapa penulis sajak muda yang baru hari itu bisa bertemu langsung.

Akun @sajak_cinta juga memungkinkan anak muda seperti Aulsoemitro bertemu dengan penyair dan penulis yang sudah terkenal di dunia sastra Indonesia, mulai dari Hasan Aspahani, Agus Noor, Warih Wisatsana, hingga presenter televisi Olga Lydia. Komunitas ini terdiri atas beragam profesi, mulai dari dokter, guru, hingga mahasiswa.

Aktor Butet Kertaradjasa turut memeriahkan acara kumpul temu dengan membacakan puisi karya Agus Noor yang berkisah tentang seorang penyair yang bersikeras ingin menulis sajak tentang cinta, tetapi selalu gagal.

Dengan gaya jenaka, Butet membacakan karya yang menurut dia terlalu panjang untuk disebut sebagai sajak itu. ”Kenangan tetaplah hadiah meski sedih.... Aku hidup dari mencintaimu,” tutur Butet.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X