Harga Mahal, Penjualan Ultrabook Bakal Seret

Kompas.com - 21/11/2011, 09:04 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Penjualan ultrabook (laptop super tipis) diprediksi belum akan selaris penjualan tablet ataupun PC. Hal itu disebabkan masalah harga yang mahal dan perangkat lunak yang belum mumpuni.

Intel telah mengkategorikan ultrabook sebagai kategori perangkat digital baru. Jenis perangkat yang bisa masuk dalam kategori ini adalah laptop tipis dan ringan dengan fitur seperti tablet. Ultrabook itu seperti Macbook Air besutan Apple, tapi lebih tipis dan bisa berjalan di sistem operasi Windows.

Intel sendiri akan membuat ultrabook dengan fitur yang ada di tablet seperti layar sentuh, daya tahan baterai yang lebih lama, kecepatan booting yang lebih cepat, dan dukungan konektivitas penuh. Ultrabook biasanya menggunakan memori yang rendah seperti pada ponsel pintar dan tablet, sehingga akan menambah daya tahan baterai.

Direktur Riset Personal Computing IDC, David Daoud menyatakan harga ultrabook yang dimulai 899 dollar AS akan menyulitkan konsumen dalam membelinya. Perlu beberapa tahun agar ultrabook bisa diterima masyarakat.

"Memang ada evolusi perangkat digital dari tebal dan berat menjadi tipis dan ringan. Tapi butuh waktu beberapa tahun agar ultrabook bisa diterima masyarakat," ungkap Daoud seperti dikutip Computerworld, Jumat (18/11/2011).

Setelah Acer dan Asus, vendor laptop Hewlett Packard pun telah meluncurkan ultrabook dengan nama Folio dan Dell juga akan meluncurkan ultrabook dalam beberapa bulan ke depan.

Dianggap masih mahal, Intel mengindikasikan akan menurunkan harga ultrabook-nya hingga 699 dolar AS sampai akhir 2012. Tapi jika ada krisis, maka Intel akan mengejar kuantitas penjualan di harga termurahnya itu.

Prediksi Intel sendiri memprediksi Ultrabook akan mengambil 40 persen pengiriman pasar laptop hingga akhir 2012. "Harga 899 dolar AS akan menjadi tantangan sendiri bagi penduduk di Amerika Serikat maupun Eropa yang masih terkena krisis," tambah Daoud.

Pengiriman PC di negara berkembang memang sedang tumbuh. Tapi pembeli di China dan India cenderung memilih harga yang lebih murah. Bahkan lebih cenderung melupakan Ultrabook.

Kendati demikian, vendor pembuat PC tampaknya ingin menangkap peluang untuk meningkatkan penjualan bisnisnya. Tablet hingga saat ini belum membantu peningkatan penjualan PC dari Hewlett Packard, Dell mapun Acer. Tapi diharapkan dengan penjualan Ultrabook akan meningkatkan kembali bisnis PC, meski dalam ukuran lebih tipis.

President of Endpoint Technologies Associates, Roger Kay menjelaskan ultrabook ingin diposisikan sebagai perangkat layaknya tablet, tapi akan lebih bertenaga bila Windows 8 sebagai sistem operasinya.

"Memang tidak nyaman bagi produsen saat ini, tapi ultrabook diharapkan bisa menjadi tren di tahun depan, apalagi bila mendapat sistem operasi yang lebih baik," jelas Kay.

Riset dari IHS iSuppli minggu ini menjelaskan pengiriman ultrabook pada tahun 2015 akan menjadi 136,5 juta unit, dibanding kurang dari 1 juta unit hingga akhir tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.