Pengguna "Twitter Lokal" Tembus 300 Juta, China Perketat Sensor

Kompas.com - 23/11/2011, 08:02 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - China yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, ternyata juga memiliki populasi masyarakat online terbesar di dunia, yakni setengah miliar pengguna. Sebanyak 300 juta diantaranya adalah pengguna mikroblogging.

Dengan populasi online sebesar itu, China telah menerapkan sistem kontrol Internet untuk memblokir konten-konten sensitif sebagai bagian dari sistem sensor terpadu yang diberi nama Great Firewall. Sensor tersebut pada akhirnya memblokir Twitter tahun 2009 dan memicu kemunculan situs-situs mikroblogging lainya buatan China sendiri.

Salah satu situs mikroblogging buatan China yang kini mampu menggantikan posisi Twitter adalah Weibo. Jumlah 300 juta pengguna mikroblogging tersebut merupakan pengguna Weibo yang terdata.

Setelah Twitter dilarang digunakan, Weibo justru jadi ancaman baru. Dengan pengguna sebanyak itu, Weibo menjadi pusat informasi baru bagi warga China di dunia online. Weibo bahkan menjadi pusat penyampaian kemarahan warga terhadap pemerintah dalam menangani korupsi, berbagai skandal, dan bencana alam.

Weibo tahun ini menghebohkan seluruh China karena berita kecelakaan kereta api mematikan yang tersebar tanpa sensor. Tubuh-tubuh manusia yang berterbangan dari gerbong saat kecelakaan, menyebar di dunia maya, dan diperbincangkan di mikroblogging tersebut. Hal ini spontan menimbulkan kemarahan pemerintah.

Pada September 2011, Sina yang memiliki dan mengembangkan Weibo menyampaikan bahwa perusahaannya telah membuat tim yang akan mengendalikan rumor-rumor yang beredar di situs mikroblogging tersebut. Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap tekanan pemerintah China akan adanya sensor pada jejaring sosial.

Selain kebijakan yang dilakukan perusahaan pengembang Weibo, pemerintah Beijing juga telah melakukan pertemuan tahunan tertutup yang membicarakan arahan mencakup kontrol ketat terhadap situs jejaring sosial dan akan melakukan tindakan keras pada materi pornografi di semua situs.

Pemerintah Beijing juga telah menyampaikan bahwa kepolisian Beijing akan mulai menahan dan menghukum orang-orang yang menyebarkan rumor online yang meresahkan masyarakat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X