Pemblokiran Situs Porno Tidak Akan Dihentikan

Kompas.com - 25/11/2011, 08:03 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Pemblokiran terhadap situs porno di Indonesia saat ini masih berlangsung dan tidak akan dihentikan, kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot S Dewobroto.

"Pemblokiran situs porno tidak akan dihentikan sampai kapan pun," katanya saat menerima kunjungan wartawan dan jajaran Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Menurut dia, saat ini memang masih ada situs porno yang bisa dibuka karena situs tersebut rumusnya seperti deret ukur dan deret hitung, yakni diblokir 100 akan muncul 1.000, diblokir 1.000 akan muncul 10.000, dan seterusnya.

"Situs porno dalam satu menit bisa memunculkan sekitar 30.000 halaman pornografi. Oleh karena itu, Kemenkominfo terus melakukan update situs-situs porno agar semakin banyak situs yang diblokir," katanya.

Ia mengatakan, saat ini sudah lebih dari 80 persen situs-situs porno di Indonesia yang diblokir. Namun, berhubung pertumbuhan situs porno berbanding lurus dengan pemblokiran, maka Kemenkominfo akan terus berupaya memenuhi 100 persen.

"Untuk menjaga agar pemblokiran tidak berdampak kepada situs pencarian yang sering menggunakan kata kunci mirip pornografi, maka Kemenkominfo merumuskan solusi baru, yakni mengutamakan memblokir situs berkonten porno yang digunakan secara masif," katanya.

Menurut dia, Kemenkominfo saat ini telah meminta "internet service provider" menaati aturan yang diberlakukan tentang kewajiban memblokir situs berkonten porno tersebut, di antaranya Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 1999, UU Nomor 11 Tahun 2008, dan UU Nomor 44 Tahun 2008.

"Langkah itu dilakukan untuk memberantas peredaran situs porno di Indonesia. Upaya itu untuk mendukung pemblokiran situs porno di jaringan internet Tanah Air," kata Gatot.

Ia mengatakan, akses situs porno mulai berkurang dibanding sebelum berita pemblokiran disebarluaskan di media. Pemblokiran terhadap situs porno itu dilakukan Kemenkominfo karena peredaran situs tersebut dinilai meresahkan masyarakat.

"Pemblokiran situs porno akan terus dilakukan untuk waktu yang tidak terbatas. Pemblokiran dilakukan antara lain berbasis situs, ’keyword’, dan kombinasi keduanya," kata Gatot.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.