Ini Alasan DPR Bentuk Panja Pencurian Pulsa

Kompas.com - 30/11/2011, 09:07 WIB
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi I DPR RI telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa yang diduga dilakukan oleh content provider (CP) dan penyelenggara layanan jasa telekomunikasi (PLJT).

Panja ini akan mendalami penanganan persoalan regulasi telekomunikasi dan praktik-praktik penipuan yang terjadi, serta perlindungan hak-hak konsumen telekomunikasi.

Ketua Harian Panja Pencurian Pulsa Tantowi Yahya mengungkapkan, pembentukan panja merupakan tindak lanjut dari kesimpulan rapat kerja (raker) Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), serta rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi I DPR RI dengan PLJT pada tanggal 10 Oktober 2011 lalu.

"Panja ini tidak ada unsur politis, tidak seperti Panja Bank Century. Kami ingin melindungi rakyat dan menyelamatkan industri telekomunikasi Tanah Air," ujar Tantowi selepas jumpa pers di Komisi I DPR RI Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Inilah alasan Komisi I DPR RI membentuk Panja Pencurian Pulsa:

  1. Kasus pencurian pulsa ini cukup meresahkan warga. Bahkan panitia kerja menemukan total kerugian konsumen atas kasus tersebut sebesar Rp 1 triliun.
  2. Ingin mengungkap modus yang ada agar masyarakat tahu modus operandi yang dipakai.
  3. Ingin memberikan political back up secara maksimal, terutama kepada konsumen yang melapor atas kasus tersebut.
  4. Indikasi penelitian awal dari panitia kerja terungkap bahwa ada mafia di antara para CP, operator, bahkan oknum dari BRTI, Kemenkominfo, hingga pengusaha yang berada di balik CP.
  5. Panja ingin melakukan pengawasan terhadap industri telekomunikasi, meski sudah ada pemerintah (Kemenkominfo) dan BRTI yang mengawasinya, sekaligus menindaklanjuti temuan-temuan pencurian pulsa berikut bukti dan fakta proses hukumnya.
  6. Ingin memastikan tidak terjadi kasus serupa.
  7. Ingin lebih menguatkan regulasi dan kebijakan yang ada.
  8. Panja membuka layanan untuk menerima pengaduan masyarakat atas kasus tersebut. Layanan bisa disampaikan melalui panjapulsa@dpr.go.id, telepon 021-5715520 dan faksimile 021-5715523.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.