Pencurian Pulsa

Siapa yang Salah, "Content Provider" atau Operator?

Kompas.com - 07/12/2011, 10:43 WIB
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Kerja Pencurian Pulsa yang dibentuk oleh Komisi I DPR sedang menyelidiki siapa yang paling bersalah dalam kasus tersebut. Kesimpulan sementara, yang paling bersalah dalam hal tersebut adalah pihak content provider (CP), operator, dan regulator.

Namun, Ketua Panja Pencurian Pulsa Tantowi Yahya menjelaskan, masih dini untuk menyimpulkan bahwa tiga pihak tersebut yang dinilai paling bersalah dalam kasus ini. Tetapi, agar menemukan siapa dalang di balik kasus tersebut, pihak Panja Pencurian Pulsa akan mendatangkan konsumen, perwakilan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, ahli hukum dan telekomunikasi, content provider dan content owner, operator, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), serta kepolisian dan kejaksaan.

"Dalam Panja ini akan ditemukan siapa yang paling bersalah dalam kasus tersebut. Kita bukan mengadili, tapi kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang bisa di-cross check dari para narasumber yang kami hadirkan di sini," ungkap Tantowi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPR Senayan Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Agar mendapat kejelasan, Panja Pencurian Pulsa kali ini menghadirkan perwakilan dari Indonesian Mobile and Online Content Provider Association (IMOCA), Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA), Asosiasi Kreatif Digital Indonesia (AKDI), Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri), dan Gabungan Perusahaan Rekaman Indonesia (Gaperindo).

Chairman IMMA, T Amershah, menganggap bahwa CP dan operator sama-sama harus bertanggung jawab atas kasus tersebut. Bagaimanapun, kedua pihak ini yang menjalankan bisnis tersebut.

Ketua IMOCA, A Haryawirasma, mengaku, pihak CP merupakan aktor utama yang dinilai bersalah dalam kasus tersebut. Selanjutnya, operator dinilai sebagai pelaku pelengkap yang bersalah.

"CP dianggap pelaku utama karena menyediakan konten sekaligus cara-cara registrasinya, sedangkan operator yang memotong pulsa pengguna," kata Haryawirasma.

Ketua AKDI Berlin Pasaribu juga senada, yang menganggap bahwa CP dan operator harus bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Dia menganggap kedua pihak ini telah melakukan koordinasi untuk memotong pulsa pengguna.

Pernyataan berbeda dilontarkan Sekjen IMOCA Ferrij Lumoring yang mengaku untuk memvonis pihak CP atau operator bersalah adalah pihak kepolisian dan kejaksaan. Selama ini, baik pihak CP maupun operator akan diminta keterangannya terkait kasus tersebut. Jika sudah terbukti maka proses peradilan bisa dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.