Pengguna Broadband Sedikit, Pemerintah Siap Bangun "Backbone"

Kompas.com - 07/12/2011, 17:10 WIB
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah saat ini sedang membangun jaringan backbone dan meningkatkan kualitas jaringan 3G dan Wimax untuk menambah jumlah pengguna layanan pita besar (broadband) di Indonesia yang masih lebih sedikit.

Direktur Penataan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ditjen Sumberdaya Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Titon Dutono menjelaskan pembangunan jaringan tersebut akan memakai pola Public Private Partnership (PPP) dan memakai dana Universal Service Obligation(USO).

"Jumlah pengguna broadband hanya sekitar 7,5 persen dari total pengguna layanan data di tanah air. Tapi ke depan akan terus meningkat seiring dengan pembangunan backbone dan peningkatan kapasitas jaringan," kata Titon di acara Diskusi Akhir Tahun Rethinking Data Services: Understanding Consumer Insight di Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Hingga saat ini, jumlah pelanggan data di Indonesia mencapai 66 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pengguna telepon seluler sudah mencapai 171 juta. Namun, jumlah pelanggan broadband hanya sekitar kurang dari 5 juta pengguna.

Menurut Titon, pengguna broadband ini masih terbatas karena disebabkan jaringan yang dipakai hanya melalui jaringan pita lebar. Sehingga layanan yang diberikan belum tersedia secara masif.

"Padahal jika mampu dikembangkan secara baik, setiap kenaikan 10 persen pengguna broadband akan mengontribusikan peningkatan ekonomi sebesar 1,5 persen," jelas Titon.

Untuk dapat meningkatkan jumlah pengguna broadband, Titon menghimbau kepada operator agar meningkatkan kapasitas bandwidth serta harus meningkatkan kualitas layanan (quality of services) kepada pelanggannnya.

Jika mampu meningkatkan layanan, otomatis rata-rata pengeluaran belanja untuk layanan tersebut akan meningkat. Pasalnya, selama ini masyarakat masih menganggarkan belanja pulsa per bulan sekitar Rp 100.000 per orang.

"Operator juga harus kreatif dalam menciptakan konten-konten broadband karena operator ini akan saling bersaing memberikan penawaran yang terbaik bagi konsumennya," jelasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.