100.000 Alamat ".xxx" Terjual, Pengelola Dituntut

Kompas.com - 08/12/2011, 07:06 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Setelah mengalami perdebatan panjang, akhirnya domain dot xxx atau .xxx dijual untuk umum. Dalam penjualan pertama, sebanyak 100.000 alamat web telah dibeli. Pada saat yang hampir bersamaan, ICM Registry selaku pengelola pendaftaran .xxx malah dituntut dua perusahaan porno.

Dua perusahaan pornografi online terbesar, Manwin Licensing dan Digital Playground, menuduh ICM Registry telah melakukan "monopoli" dan bersikap "anti- kompetitif". Tak cukup ICM, mereka juga menuntut Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) selaku otoritas tertinggi pengelolaan domain di dunia.

ICM Registry menyebut tuntutan itu tidak memiliki dasar yang kuat. Mereka mengaku bertekad untuk membela diri dan melanjutkan usahanya. "Kami akan melawan mereka dengan sungguh-sungguh," kata Stuart Lawley, CEO ICM Registry.

ICM Registry telah berjuang selama sekitar satu dekade untuk mendapatkan hak administrasi dan menjadikan .xxx setara dengan .com dan .org. "Ini sudah 10 tahun dan hari ini kita sudah masuk ke era terbuka. Kami berharap jumlah domain yang terjual akan meningkat dua kali lipat dalam waktu yang cepat," ujar Lawley.

Manwin Licensing adalah pengelola situs Playboy. Menurut mereka, harga domain .xxx 10 kali lipat dari harga domain lain (seperti .com atau .org). Hal ini yang menjadi salah satu keberatan mereka.

Soal itu, Lawley mengatakan bahwa harga yang mereka tawarkan adalah wajar. Mengingat nama domain .xxx bukanlah pasar yang besar seperti .com. "Lihat skala ekonominya, ingat bahwa .com terjual 100 juta nama domain per tahun," kata Lawley.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X