Kalah di Pengadilan, Apple Dilarang Pakai Merek "iPad"

Kompas.com - 08/12/2011, 13:24 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Apple dan reseller China sedang menjalani proses hukum di pengadilan karena Apple ternyata tidak berhak menggunakan merek "iPad" di China. Apple dianggap melanggar hak intelektual sebuah perusahaan China yang telah memiliki merk dagang "iPad" sejak tahun 2000.

Awalnya Proview Technology (anak perusahaan Taiwan, Proview International) menggugat Apple sebesar 1,6 miliar dollar AS pada Oktober 2011 untuk pelanggaran hak cipta. Apple membela diri dengan menyatakan bahwa perusahaan sudah mendapatkan hak cipta atas merek dagang tersebut dari induk perusahaan, yakni Proview International. Namun pengadilan China menolak pembelaan Apple.

Apple balik menggugat untuk mendapatkan hak atas merek dagang setelah ditolak oleh pemerintah China. Hasilnya, minggu ini, Shenzhen Intermediate People's Court malah memutuskan bahwa Proview Internasional memenangkan kasus tersebut dan Apple dipersilakan untuk mengajukan banding.

"Orang selalu berpikir perusahaan kecil yang selalu melanggar hak kekayaan intelektual perusahaan besar. Apple sudah memiliki citra yang baik, sehingga orang tidak akan bisa membayangkan bahwa Apple telah melanggar hak intelektual kami," ujar Xiao Caiyuan, pengacara dari firma hukum Guangdong Guanghe yang membela Proview.

Setelah putusan pengadilan tersebut, Proview langsung bergerak cepat untuk menghentikan penjualan iPad oleh reseller di kota-kota China Selatan seperti Shenzen dan Huizhou. Dalam delapan minggu mendatang perusahaan ini juga memiliki rencana besar untuk operasi reseller Apple di seluruh China.

Proview sebetulnya sudah bersedia untuk bernegosiasi, namun Apple belum memberi tanggapan. "Kami harap negosiasi kami dengan Apple bisa sedikit lebih mudah," ujar Li Su, perwakilan dari Proview.

Belum ada pernyataan dari Apple apakah akan membeli kembali merk dagang "iPad" ke Proview atau menjual produk iPad dengan nama lain di China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.