Onno: BlackBerry Harusnya Bangun Pabrik di Indonesia

Kompas.com - 15/12/2011, 14:34 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Dok. RIMPabrik BlackBerry di Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi teknologi informasi, Onno W Purbo, meminta kepada pemerintah agar mendesak Research in Motion (RIM) selaku produsen Blackberry membangun pabrik di Indonesia. Hal itu dinilai lebih baik daripada hanya membangun server lokal di tanah air.

"Dengan adanya pabrik Blackberry, maka bisa menyerap tenaga kerja. Itu tugas pemerintah yang harus nego ke RIM," ujar Onno kepada Kompas Tekno.

Namun, Onno yakin RIM tidak semudah itu untuk membangun pabrik di Indonesia. RIM pasti menghitung nilai investasi yang harus dikeluarkan karena membangun pabrik pasti memerlukan investasi yang besar.

Yang harus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM), birokrasi hingga masalah pajak. "Kalau SDM yang mumpuni masih kurang, birokrasi yang ribet dan pengenaan pajak yang tinggi masih ada di Indonesia, dijamin investor tidak akan mau investasi di sini. Apalagi masih ada pungutan liar," jelasnya.

Untuk masalah pembangunan pabrik ini, Departemen Perdagangan lah yang menurut Onno harus mampu melakukan negoisasi ke pihak RIM. Pasalnya, kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika hanya mengurusi operator dan jasa layanan telekomunikasi, bukan masalah pabrik.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X