Akses Media Sosial Ditutup, Iran Siapkan Situs "Halal"

Kompas.com - 09/01/2012, 09:41 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Pemerintah Iran dikabarkan sedang menyiapkan situs internet domestik dengan label "halal" untuk membatasi penduduknya untuk mengakses situs-situs asing. Ini dilakukan untuk membatasi pengaruh budaya non-Islam dan ideologi barat.

Situs-situs 'halal' ini akan menjadi bagian dari jaringan khusus untuk masyarakat Iran. Hingga saat ini, pemerintah setempat sedang menyiapkan segala infrastruktur, termasuk jaringan intranet. seperti dikutip dari media setempat dan dilansir Wall Street Journal.

Pemerintah Iran berharap jaringan tersebut bisa selesai dan bisa mulai digunakan dalam beberapa minggu lagi.

Dengan situs berbasis jaringan halal ini akan membantu tingkat moral dan etika masyarakat Iran," kata Deputi Menteri Bidang Perekonomian Iran Ali Agha Mohammadi.

Alasan pemerintah membuat situs-situs yang berbasis jaringan intranet ini karena khawatir dampak dari media sosial yang memicu protes selama Pemilu 2009 dan terinspirasi juga dari pembatasan Internet yang dilakukan pemerintahan China.

Sekadar catatan, pemerintah Iran melarang penduduknya untuk mengakses situs media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube. Dengan pelarangan tersebut, pengguna internet di negara yang dipimpin oleh Ahmadinejad itu sempat menurun.

Pemerintah setempat juga membatasi akses ke situs-situs politik. Cara tersebut diambil pemerintah setempat untuk mengontrol jaringan sosial mereka.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X