Ini Dia Bekal Dasar Dirikan Startup Digital - Kompas.com

Ini Dia Bekal Dasar Dirikan Startup Digital

Kompas.com - 18/01/2012, 10:28 WIB

shutterstock ilustrasi

KOMPAS.com - Boost Conference adalah konferensi yang mempertemukan pengusaha digital Indonesia dengan pembicara dari Silicon Valley dan Jepang secara gratis.

 

Harapannya, banyak tercipta pengusaha digital lokal yang mampu go international. Selain diskusi panel, acara ini juga memberikan mentorship kepada pengusaha startup digital yang hadir.

Boost Conference diadakan selama dua hari, yakni 17 dan 18 Januari 2012. Acara ini dihadiri 44 startup digital Indonesia, dimana masing-masing startup mengirimkan dua orang delegasi untuk mentorship.

Sebelum mentorship, di hari pertama digelar empat diskusi panel tentang dasar-dasar mendirikan startup digital. Berikut adalah rangkuman diskusi panel yang digelar dalam Boost Conference pada hari pertama, Selasa (17/1/2012).

Dirikan Startup untuk Selesaikan Masalah

Mendirikan startup harus dimulai dengan motivasi untuk memecahkan masalah. Jika tidak ada masalah yang hendak diselesaikan, maka startup akan sulit diterima di kalangan masyarakat.

Moderator panel, Andy Zain, mencontohkan ide membuat Ngojek.com yang memberi solusi terhadap masalah kemacetan di Jakarta, yakni menyediakan layanan ojek yang bisa dipesan melalui website.

Menurut Brent Hurley (salah satu anggota tim pendiri YouTube), Indonesia memiliki banyak sekali permasalahan yang sebetulnya bisa menjadi lahan bagi pengusaha startup digital Indonesia untuk bereksplorasi. "Mudah bagi pengusaha start up digital Indonesia untuk menemukan masalah, bahkan mencari masalah untuk diselesaikan sendiri," ungkap Hurley.

Mulai Membangun Produk
Masalah yang sering terjadi di kalangan startup digital di Indonesia adalah mulai membangun produk. Kebanyakan pendiri startup ragu untuk membangun produk karena banyak pertimbangan. Padahal, jika ide sudah diolah dan bisnis model sudah disusun, sebaiknya startup digital segera memulai membangun produk.

Hal ini dicontohkan Tatsuya Mizuguchi (Co-founder and Chief Creative Officer - Q Entertainment) yang pernah membangun game Sega Rally Championship bersama Sega tahun 2004. Saat itu, mobil yang digunakan di dalam game adalah mobil Toyota.

Seiring berkembangnya game Sega tersebut, Toyota kemudian menghadirkan mobil aslinya untuk dimofikasi ke dalam mesin game, sehingga pemain dapat memainkan game ini di dalam mobil Toyota asli. "Kuncinya adalah bangun produk awal, lalu perlahan skilling your product," ujar Mizuguchi.

Marketing Hemat
Setelah membangun produk, satu hal yang bisa membantu perkembangan produk atau layanan adalah marketing. Kegiatan marketing bisa dihemat dengan cara memanfaatkan fungsi sosial media. Danny Wirianto (pendiri MindTalk) mengatakan, contoh kongkret startup Indonesia yang melakukan marketing hemat adalah Kaskus.

Dengan hanya mengandalkan format forum, Kaskus mampu menjadi portal dengan pengunjung lebih dari 40 juta orang per bulan. Padahal, Kaskus tidak pernah melakukan marketing dengan biaya mahal. Promosi berjalan menyebar ke seluruh Indonesia hanya dari cerita seseorang ke seseorang lainnya. "Sekarang, Kaskus punya nilai jual untuk mencari iklan," jelas Danny.

Sumber Dana dan Estimasi Jangka Panjang
Setelah startup dibangun, tentu akan membutuhkan dana lebih banyak untuk kegiatan operasional sehari-hari maupun untuk kegiatan jangka panjang. Ketika memutuskan mencari dana, perusahaan startup digital harus merumuskan estimasi kebutuhan dana untuk minimal lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan Jia Shen, co-founder dan CEO Chocobot games.


EditorReza Wahyudi

Close Ads X