Kompas Kita

Onno W Purbo: Saya Percaya Kita Bukan Bangsa Bodoh

Kompas.com - 31/01/2012, 09:09 WIB
EditorReza Wahyudi

Super WiFi bekerja di sela-sela frekuensi televisi di frekuensi 600 MHz. Asumsinya, televisi yang digunakan adalah televisi analog seperti yang sekarang. Jadi, ada sela antarkanal yang bisa dimanfaatkan.

Masalah dengan Indonesia ke depan, regulator akan memblok band televisi di UHF ini untuk kanal televisi digital. Jadi, tak akan ada sela sama sekali. Konsekuensinya, Super WiFi kemungkinan besar akan sulit diadopsi karena harus bertempur melawan investor televisi digital yang sudah membayar mahal untuk izin frekuensi.

Apakah internet gratis yang stabil dan berkualitas mungkin diwujudkan? (Miranti Cahyaningtyas, Gegerkalong, Bandung)

Jika kita cermat menelaah sejarah dan teknologi internet, sebetulnya internet dibangun atas dasar gotong royong dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat.

Kita di Indonesia sering terkecoh menyangka bahwa internet hanya dapat dibangun operator dan provider dengan izin pemerintah. Ini salah besar!

Kalau kita telaah sejarah Internet Indonesia di http://belajar.internetsehat.org/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia, awal internet di Indonesia adalah oleh rakyat Indonesia, bukan oleh pemerintah, bukan operator.

Kalau saja rakyat Indonesia menyadari ini dan mau mempelajari teknologinya, mau menginvestasikan, dan mau mengimplementasikan teknologinya, bukan sesuatu yang mustahil untuk memperoleh internet kecepatan tinggi yang stabil untuk memenuhi hak bangsa Indonesia.

Sayang, memang pemerintah kita sering tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif.

Kapan Indonesia bebas dari batasan, Pak? (Hendrikmsz, xxxx@yahoo.com)

Hmm.... Mungkin ini akan terjadi saat rakyat Indonesia berani mandiri berani berdikari; berani membuat infrastrukturnya sendiri; berani membuat gadget sendiri; berani membuat dan memakai sistem operasi sendiri; berani membuat server dan informasi sendiri; serta berani lepas dari ketergantungan pada bangsa lain....

Merdeka!

Saya juga alumnus ITB. Ayahanda Anda adalah Prof Hasan Purbo, Guru Besar Arsitektur ITB. Keahlian Anda di bidang teknologi informasi, rada jauh dengan Prof Purbo. Apakah beliau memberi kebebasan sepenuhnya kepada Anda? (Berlin Simarmata, xxxx@gmail.com)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X