Masyarakat Bertanya, Onno Purbo Menjawab

Kompas.com - 01/02/2012, 07:43 WIB
EditorReza Wahyudi

Sayang memang pemerintah kita sering tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif ..
 
Kapan Indonesia bebas dari batasan, Pak? (Hendrikmsz, xxxx@yahoo.com)

Hmm..mungkin ini akan terjadi pada saat rakyat Indonesia berani mandiri berani berdikari; berani membuat infrastrukturnya sendiri; berani membuat gadget-nya sendiri; berani membuat dan memakai sistem operasinya sendiri; berani membuat server dan informasinya sendiri; berani lepas dari ketergantungan bangsa lain ..

Merdeka!!
 
Saya juga alumni ITB. Ayahanda Anda adalah Prof Hasan Purbo, Guru Besar Arsitektur ITB, dan juga sering kasih kuliah tentang Lingkungan Hidup. Keahlian Anda di bidang Teknologi Informasi, rada jauh dgn Prof.Purbo. Apakah beliau memberi kebebasan sepenuhnya kepada Anda ? (Berlin Simarmata, xxxx@gmail.com)

Mungkin lebih tepatnya ayah saya almarhum secara langsung maupun tidak langsung banyak mengarahkan saya menjadi saya yang sekarang ini.  Pengaruh beliau tampaknya justru sangat kental he.. he

Mungkin bidang ilmu saya lebih ke arah teknologi informasi ini pun kebetulan ayah saya yang mengarahkan waktu saya kelas 3 SMA.
Yang lebih dominan adalah pola saya bergerak di masyarakat.

Saya banyak sekali mengadopsi pola-pola yang digunakan oleh ayah saya dalam memberdayakan lingkungan hidup melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dan gerakan-gerakan yang sifatnya bottom up berbasis komunitas.

Maklum, saya sering secara tidak sadar mendengarkan ayah saya ngobrol dengan teman-temannya di rumah di malam hari dulu
 
Masyarakat IT Indonesia sering dikatakan jauh tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Singapore, Malaysia, Vietnam. Menurut pendapat kang Onno, cara apa yang paling efektif agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan ini ? (Sutiono Gunadi, Pamulang, Tangerang Selatan)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mungkin bangsa ini tertinggal dari tetangga kita. Mungkin bangsa ini lebih miskin dari tetangga kita. Tapi, saya percaya bahwa bangsa ini bukan bangsa yang bodoh. Saya pribadi sering di undang untuk memberikan workshop IT untuk Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar dan lain-lain. Saya melihat bahwa kita bisa. Bangsa ini bisa!

Kuncinya ada di sistem pendidikan. Kalau saja kita bisa melakukan manuver supaya 240.000 sekolah melek IT; 46.5 juta orang siswa kita melek IT dan menjadi pandai.

Saya yakin Singapura, Malaysia, Vietnam tidak ada artinya apa-apa. Kuncinya ada di sistem pendidikan di Indonesia bagaimana supaya 5 juta siswa masuk SD per  tahun  menghasilkan 5 juta sarjana setiap tahun.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.