Masyarakat Bertanya, Onno Purbo Menjawab

Kompas.com - 01/02/2012, 07:43 WIB
EditorReza Wahyudi

Saya percaya, bangsa ini hanya akan menjadi bangsa yang besar pada saat kita bisa mencintai apa yang kita buat sendiri

Terus terang dari sisi kualitas tidak jelek lo handphone, laptop, server buatan Indonesia. Sama seperti buatan luar negeri.
 
Visi anda adalah membuat pintar rakyat indonesia agar dapat hidup dari otaknya, bukan ototnya, tapi anda memilih melakukannya di luar sistem birokrasi. Apakah suatu saat anda akan bersedia jika diminta untuk menjadi pengambil keputusan di birokrasi agar visi anda tercapai.
(Mochamad Mulyana, Duren Sawit, Jakarta)

Saat ini saya masih belum percaya dengan birokrasi  di Indonesia. Kebanyakan mekanisme program di birokrasi di Indonesia lebih suka pengadaan barang dan  mengutip untung dari persenan. Maklum, saya sudah beberapa kali kena batunya

Pada saat program di birokrasi lebih suka untuk memandaikan dan  memberdayakan masyarakat dan tidak melakukan persenan, mungkin saya akan berfikir untuk bersinergi lebih baik
 
Banyak industri kreatif muncul di bidang IT seperti industri game dan perangkat lunak seperti antivirus. Bagaimana bapak melihat peluang tumbuh dan berkembangnya industri tersebut di Tanah Air?  (Aria Dhanu Prihantomo, Larangan Tangerang Banten)
 
Indsutri kreatif, seperti game, animasi, software programming (android, java dan lain-lain) terus terang merupakan salah satu primadona dunia saat ini ..
Rejeki yang mengalir di industri ini sangat besar. Sayangnya, industri ini berbeda dengan industri pertanian, atau sumber daya alam.

Industri ini sangat bergantung pada kekuatan SDM kita (Indonesia) akan memperoleh cipratan rejeki tersebut pada saat kita memberdayakan SDM, anak-anak muda yang sedang belajar di SMP, SMA terutama SMK untuk mulai melirik ke industri kreatif ini. Syukur-syukur bisa dibekali dengan kemampuan berbahasa Inggris dan profesionalisme usaha.

Selama ini apakah produk-produk karya yang bapak ciptakan ini sudah menyeluruh masuk ke daerah-daerah? Bagaiman cara bapak untuk  bisa merambah dan produk ini bisa dinikmati masyarakat Indonesai ?
(Subkhan,  Kec. Ngaringan Kab. Grobogan Semarang Jateng)

 
Terus terang dulu semua ide, detail teknik dari berbagai innovasi yang saya utak-atik bisa bapak baca-baca secara gratis di http://belajar.internetsehat.org/wiki, http://opensource.telkomspeedy.com/wiki, http://belajar.internetsehat.org/pustaka

Saya cuma rakyat Indonesia biasa. Saya bukan pejabat. Saya tidak mempunyai banyak energi, uang, tenaga untuk mensosialisasikan inovasi tersebut ke bangsa Indonesia agar mereka yang di pelosok bisa menikmati inovasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, saya akan sangat berterima kasih pada anda-anda yang mau membantu mensosialisasikan inovasi-inovasi tersebut ke ujung dunia di Indonesia.

Kebetulan belum lama ini kami pasang jaringan wireless Motorola Canopy BH5700 untuk jarak lebih dari 5 kilometer. Setelah beberapa bulan kami pasang, ada laporan dari user kami tersebut bahwa dia didatangi staf dari Depkominfo yang mengatakan, alat wireless kami yang kami pasang adalah 5,3 Ghz.

Apakah ada surat edaran dari instansi pemerintah bahwa frekuensi di Indonesia yang free atau yang berbayar itu apa saja? Saya ingin tahu lebih lanjut tentang regulasi/kebijakan pemakaian jenis frequensi yang beredar di Indonesia.
(Wahid Frans, wahid.frans@xxxxx.com)

 
Frekuensi yang bebas hanya 2.4GHz dan 5.8GHz.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.