Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Awas, Pikiran Anda Bisa Dibaca Komputer

Kompas.com - 03/02/2012, 10:17 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Ilmuwan bisa membaca pikiran manusia dengan menggunakan program komputer? Rasanya seperti sedang membaca buku fiksi ilmiah ya? Atau, biasanya hanya ada dalam adegan sebuah film fiksi ilmiah.

Namun yang ini bukan fiksi. Para ilmuwan sudah menemukan cara untuk membaca pikiran manusia, menggunakan program komputer yang bisa melacak aktivitas otak dan menuliskannya ke dalam bentuk teks.

Ahli saraf di Universitas California Berkeley, memasukkan elektroda-elektroda ke dalam tengkorak pasien operasi otak untuk memantau informasi dari lobus temporal mereka, yang digunakan untuk pengolahan kata-kata dan gambar.

Ketika pasien mendengarkan seseorang berbicara, sebuah program komputer menganalisis bagaimana otak memproses dan mereproduksi kata-kata yang mereka dengar. Para ilmuwan percaya, teknik ini juga bisa digunakan untuk membaca dan melaporkan apa yang akan pasien katakan selanjutnya.

Mencontek sistem kerja otak
Dalam jurnal Biologi PLoS tertulis bahwa teknologi ini merupakan upaya membaca pikiran dengan tingkatan terbaru. Robert Knight, profesor psikologi dan ilmu saraf menambahkan, teknologi ini sangat berguna bagi pasien yang mengalami kesulitan berbicara karena neuron motoriknya terganggu akibat stroke.

Dalam penelitian, ilmuwan memasukkan hingga 256 elektroda yang diletakkan di permukaan otak saat mereka mendengarkan pria dan wanita mengucapkan kata-kata individual termasuk kata benda, kata kerja, dan nama.

Sebuah program komputer kemudian menganalisis aktivitas elektroda dan mereproduksi kata yang mereka dengar.

"Ahli saraf sudah lama percaya bahwa otak secara alamiah bekerja dengan menerjemahkan aspek-aspek dari dunia luarnya, seperti kata-kata yang diucapkan manusia, ke dalam aktivitas elektrik. Aktivitas inilah yang diterjemahkan balik oleh para ilmuwan, yakni menerjemahkan pola-pola aktivitas elektrik kembali ke bentuk asli," ujar Profesor Jan Schnupp dari Universitas Oxford.

Hanya untuk pasien tertentu
Namun, teknologi membaca pikiran ini hanya disediakan untuk pasien yang sedang menjalani operasi otak karena penyakit tertentu seperti epilepsi dan tumor otak. Para ilmuwan dan ahli saraf sedang melakukan penelitian lanjutan dan memastikan teknologi ini sebagai aplikasi biomedikal masa depan.

Jadi, belum ada perangkat yang dijual secara bebas yang bisa digunakan untuk membaca pikiran tanpa pengawasan tenaga medis.  Jangan dulu membayangkan bisa membaca pikiran pasangan atau atasan Anda dengan menggunakan teknologi ini.

Dengan penelitian ini, para ilmuwan pun menyadari betapa kompleksnya kerja otak manusia. "Kami sudah berusaha mempelajari sistem kerja, namun ternyata otak manusia melakukan lebih dari apa yang bisa kami teliti.

Masih banyak sisi otak yang bisa diteliti lebih dalam, dengan menggunakan metode yang berbeda," ujar Brian Pasley, salah seorang penulis penelitian ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fitur Samsung Galaxy A54 5G yang Sebelumnya Cuma Ada di HP Flagship

Ini Fitur Samsung Galaxy A54 5G yang Sebelumnya Cuma Ada di HP Flagship

Gadget
Apa Itu Aplikasi Poe yang Tengah Ramai di Twitter?

Apa Itu Aplikasi Poe yang Tengah Ramai di Twitter?

Software
Resmi Tutup Hari Ini, Ini yang Terjadi Kalau Klik JD.ID

Resmi Tutup Hari Ini, Ini yang Terjadi Kalau Klik JD.ID

e-Business
Cara Pesan Makan Terjadwal di GoFood dan GrabFood buat Bukber dan Sahur

Cara Pesan Makan Terjadwal di GoFood dan GrabFood buat Bukber dan Sahur

Software
APJII Ungkap Kondisi Industri dan Tantangan Penyedia Layanan Internet di Indonesia

APJII Ungkap Kondisi Industri dan Tantangan Penyedia Layanan Internet di Indonesia

e-Business
Meizu 20 Series Meluncur dengan Snapdragon 8 Gen 2 dan Kamera Utama 50 MP

Meizu 20 Series Meluncur dengan Snapdragon 8 Gen 2 dan Kamera Utama 50 MP

Gadget
Perbedaan E-KTP dan KTP Digital yang Perlu Diketahui

Perbedaan E-KTP dan KTP Digital yang Perlu Diketahui

e-Business
2 Turis Australia Buru-buru Tinggalkan Bali Setelah Temukan AirTag di Tas Mereka

2 Turis Australia Buru-buru Tinggalkan Bali Setelah Temukan AirTag di Tas Mereka

Gadget
 Pre-order Oppo Find N2 Flip Dibuka 1 April di Indonesia, Benefit hingga Rp 4 Juta

Pre-order Oppo Find N2 Flip Dibuka 1 April di Indonesia, Benefit hingga Rp 4 Juta

Gadget
Harga Xiaomi Redmi Watch 3, Redmi Buds 4, Buds 4 Pro di Indonesia

Harga Xiaomi Redmi Watch 3, Redmi Buds 4, Buds 4 Pro di Indonesia

Gadget
Gerutu Donald Trump di Truth Social Usai Didakwa Menyuap Bintang Porno

Gerutu Donald Trump di Truth Social Usai Didakwa Menyuap Bintang Porno

e-Business
3 Game Gratis PS Plus April 2023, Ada 'Meet Your Maker' yang Baru Akan Dirilis

3 Game Gratis PS Plus April 2023, Ada "Meet Your Maker" yang Baru Akan Dirilis

Software
Xiaomi Curved Gaming Monitor 30 Inci dan Robot Vacuum E10 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Xiaomi Curved Gaming Monitor 30 Inci dan Robot Vacuum E10 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Blibli Buka 4 Gerai Apple Store di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Semarang

Blibli Buka 4 Gerai Apple Store di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Semarang

e-Business
Candi Prambanan dan Masjid Istiqlal Hadir di Microsoft Flight Simulator 2020

Candi Prambanan dan Masjid Istiqlal Hadir di Microsoft Flight Simulator 2020

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke