2012, Axiata Fokus Jualan Data dan Tinggalkan Perang Tarif

Kompas.com - 09/02/2012, 09:14 WIB
EditorReza Wahyudi

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com -  Axiata Group Berhad, perusahaan telekomunikasi asal Malaysia, akan fokus dalam mengembangkan bisnis data di Indonesia pada tahun 2012 ini.

Melalui anak perusahaannya di Indonesia yakni XL Axiata, perusahaan ini melihat peluang perkembangan bisnis data di Indonesia akan berkembang secara pesat tahun ini.

"Bagi Axiata, tahun 2012 akan menjadi tahun penting bagi perkembangan data. Jadi strategi Axiata di Indonesia pada tahun 2012 semuanya tentang data, data, dan data. Kami fokus pada investasi di bisnis data," ungkap General Chief Executive Officer Axiata, Dato' Sri Jamaludin Ibrahim, Rabu (8/2/2012), di Axiata Center, Kuala Lumpur, Malaysia.

Ia melihat bisnis data di Indonesia masih sangat menjanjikan. "Data yang kami maksud adalah data basic service. Di Indonesia laju pertumbuhan penggunaan data sangat tinggi meski smartphone hanya sekitar 5 persen di Indonesia," ujarnya.

Tingginya penggunaan data di Indonesia, kata Dato', juga disebabkan karena beberapa alasan, seperti harga ponsel berstandar 2G atau 3G yang kian terjangkau, pengadaan aplikasi yang semakin tumbuh, dan beralihnya fungsi ponsel itu sendiri di masyarakat.

"Kami melihat masyarakat Indonesia cukup konsumtif. Tidak hanya data, tapi mereka juga menggunakan bentuk baru dari data seperti layanan aplikasi atau bisa juga VAS (value added system)," ujarnya.

Selain itu, akses data dilakukan juga tidak hanya melalui ponsel tetapi juga melalui tablet. Harga tablet yang kian murah mendorong masyarakat untuk mengakses data kian mudah. "Jadi kami pikir bisnis data tetap sexy," ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer XL Axiata, Hasnul Suhaimi, mengatakan pada tahun 2012 ini pihaknya memutuskan tidak berkompetisi secara berlebihan. "Strategi perang tarif sudah tidak pas lagi karena terbukti penggunaan voice kian hari kian menurun," ujarnya.

Pada tahun 2010, kontribusi voice terhadap laba XL mencapai 59 persen. Namun, di tahun 2011 turun menjadi 52 persen. Kontribusi voice ini sudah mengalami penurunan sejak tiga tahun belakangan. "Bandingkan dengan kontribusi data yang setiap tahunnya mengalami peningkatan," kata Hasnul.

Pada tahun 2010, kontribusi bisnis data pada laba XL mencapai 10 persen. Jumlah ini meningkat cukup signifikan pada tahun 2011 yang mencapai 15 persen.

"Dari total 46,4 juta pengguna XL di Indonesia, sebanyak 20,5 jutanya menggunakan data baik melalui GPRS, EDGE, atau pun 3G," kata Hasnul.

Indikator lain dari perkembangan bisnis data yang meningkat adalah volume pemakaian data. Pada tahun 2008, saat ponsel dengan koneksi internet masih belum dijual dengan harga terjangkau, total volume data yang dipakai hanya 56 terabyte per tahun.

Pada tahun 2011, jumlahnya melonjak tinggi sampai 70.000 terabyte per hari. "Angka-angka ini sudah cukup menjanjikan sehingga Axiata berani menginvestasikan dananya untuk perkembangan bisnis data XL," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.