Apple Terancam Tak Bisa Jualan iPad Sama Sekali

Kompas.com - 16/02/2012, 10:28 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Apple terancam tak bisa menjual iPad di manapun di dunia. Gara-garanya adalah sebuah tuntutan soal merek dagang di China. Tuntutan itu diajukan oleh perusahaan bernama Proview International Holding Ltd, yang mengklaim memiliki merk dagang iPad di China.

Proview mengajukan pada bea cukai setempat untuk memblokir ekspor dan impor iPad. Padahal, seperti diketahui, pabrik iPad berlokasi di China. Jika pengajuan Proview dikabulkan, praktis tak akan ada iPad yang bisa beredar di dunia. Karena iPad yang dimanufaktur oleh Foxconn pun tak bisa meninggalkan Negeri Tirai Bambu itu.

Sudah dibeli

Carolyn Wu, juru bicara Apple di Beijing mengatakan, Apple telah membeli hak merek dagang iPad global di 10 negara, termasuk China. "Proview menolak menghormati kesepakatannya dengan Apple di China. Kasus kami masih belum selesai," ujar Wu.

Sedangkan Roger Xie, pengacara Proview, mengatakan belum ada kesepakatan dengan Apple untuk penggunaan merk dagang iPad. "Kami mengajukan agar bea cukai menghentikan produk melanggar merek dagang diimpor ke China dan diekspor. Apple ingin menunda kasus ini dan melanjutkan pelanggarannya di China," jelas Xie.

Dampak Bagi Apple

Apple telah menjual 15,4 juta iPad secara global selama tiga tahun terakhir, yang dicatat pada Desember 2011. Penjualan ini naik dari penjualan terakhir yang tercatat 7,3 juta unit. Jika iPad betul-betul dilarang diekspor dari China, maka penjualan iPad secara global juga akan terpengaruh.

Stan Abrams, seorang pengacara HaKI dan profesor hukum dari Central University of Finance and Economics di Beijing mengatakan ancaman ini menekan Apple. Abrams pun yakin bahwa akan ada kesepakatan dalam waktu dekat. Ia melihat Apple berkepentingan agar kasus ini tak berlarut-larut.

Kronologis Tuntutan

Apple menggugat Proview di Shenzen pada 2010 dan mengklaim memiliki merk dagang iPad di China. Gugatan Apple ditolak pada 17 November 2010.  Apple kemudian mengajukan banding di provinsi Guangdong pada 5 Januari 2011.

Secara terpisah, Proview mengajukan pengaduan pelanggaran merk dagang. Mereka meminta penegakan hukum di 20 pemerintah daerah.  Beberapa wilayah sempat melakukan penyitaan dan penarikan pada iPad yang beredar di pasaran. Misalnya, 45 iPad yang disita di provinsi Hebei.

Proview menuntut ganti rugi dari Apple atas klaim pelanggaran merek dagang ini. Menurut Xie, jumlahnya belum ditentukan berapa banyak. Kantor berita resmi China, Xinhua, sempat melaporkan Proview akan menggugat Apple sebesar 10 miliar yuan (atau 1,6 miliar dollar AS). Xie menyebut laporan itu masih terlalu dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.