Harga "Hard Disk" Naik, Penyedia Solusi Data Center Tak Panik

Kompas.com - 17/02/2012, 10:31 WIB
EditorReza Wahyudi

BOGOR, KOMPAS.com - Minimnya pasokan dan kenaikan harga hard disk akibat banjir di Thailand ternyata tak berdampak negatif terhadap perusahaan penyedia solusi data center.

Hal itu karena tidak semua perusahaan penyedia layanan storage tersebut memakai hard disk yang pabriknya terendam banjir di Thailand.

Steven Law, Country Manager NetApp Indonesia dan Filipina menjelaskan perusahaan penyedia storage akan memakai beragam merek hard disk sesuai kebutuhan konsumen. Bisnis utama NetApp sendiri adalah penyedia solusi (storage dan management) untuk data center, yang salah satu layanannya menyediakan media penyimpanan data.

"Hard disk hanya bagian kecil dari keseluruhan bisnis kami. Selama ini tidak ada pengaruh ke kenaikan harga solusi storage yang kami tawarkan," kata Steven dalam NetApp Media BootCamp di Pinewood Cisarua Bogor, Kamis (17/2/2012).

Sejak terjadi banjir di Thailand pada pertengahan Juli lalu telah membawa dampak yang signifikan terhadap industri komputer dunia, khususnya untuk produk notebook dan komputer desktop. Bencana banjir Thailand terburuk selama 50 tahun terakhir ini telah memaksa penutupan ratusan pabrik yang berada di sekitar kota Bangkok.

Menurut catatan analisis Data Corp, dari ratusan pabrik ini beberapa di antaranya memproduksi sepertiga dari total produksi hard disk di negara tersebut, atau sekitar 120 juta unit hard disk per tahun. Thailand, menurut perusahaan pengamat pasar, iSuppli, menghasilkan sekitar seperempat dari total produksi hard disk di dunia.

Vendor hardware besar seperti Dell dan HP bergegas mencari tempat produksi alternatif untuk mencegah tersendatnya pasokan produk-produk mereka. Vendor lain seperti Apple menyebutkan, penutupan pabrik dan gangguan pasokan hard disk ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap produksi dan ketersediaan komputer desktop dan laptop Apple.

"Memang bencana di Thailand itu telah membuat produsen hard disk seperti Seagate dan Western Digital menaikkan harga barangnya sekitar 10-15 persen. Kami pun belum tahu kapan harga itu akan normal kembali. Tapi harga storage kami tidak naik kok," tambahnya.

Namun menurut riset Gartner, gangguan dan keterlambatan pasokan hard disk ini akan terus berlanjut sampai Juli 2012. Meskipun masih terlalu dini untuk memprediksi dampaknya di masa depan.

Sekadar catatan, produsen hard disk yang terkena dampak langsung bencana banjir ini adalah Western Digital, Toshiba, Seagate, dan Samsung. Western Digital sebagai pembuat hard disk terbesar di dunia memiliki sekitar 37.000 karyawan di Thailand dan untuk sementara harus menghentikan produksinya, demikian menurut iSuppli.

Perusahaan ini memproduksi 53,8 juta unit hard disk pada kuartal kedua tahun ini, mewakili 32 persen pangsa pasar global. Toshiba, pemasok hard disk peringkat keempat, baru-baru ini juga telah menghentikan produksinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.